JawaPos Radar

Kapolda Minta Kapolres Malang Sering Nyangkruk

27/09/2018, 23:40 WIB | Editor: Dida Tenola
Kapolda Minta Kapolres Malang Sering Nyangkruk
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bersama dengan Cak Nun dan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung. (Tika Hapsari/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Jelang pelaksanaan Pilpres 2019, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan meminta anak buahnya untuk lebih banyak terjun ke masyarakat. Hal itu dilakukan agar menciptakan kondusifitas bersama pada gelaran pesta demokrasi tersebut.

Luki menuturkan, pemilu tentu bakal diwarnai perbedaan pilihan. Tapi dia berharap agar  perbedaan itu tidak sampai berujung pada pertikaian.

Oleh sebab itu, Luki juga mengajak masyarakat untuk ikut aktif. Termasuk mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga ulama.

Jendral bintang dua itu mengimbau kepada anggota kepolisian di Malang, agar sering menggelar cangkrukan. Menurutnya, polisi bisa bertukar ide dengan warga. Caranya tidak harus formal tapi juga bisa sambil nongkrong. "Agar situasi tetap aman dan terkendali dengan cara menampung aspirasi," ujar Luki, di sela kunjungannya ke Malang, sebelum kegiatan Sinau Bareng Cak Nun, Kamis (27/9). 

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, pihaknya sudah melakukan beberapa agenda khusus untuk cangkrukan bersama tokoh agama, masyarakat, serta mahasiswa. "Nantinya, acara seperti itu bakal terus kami agendakan," katanya. 

Ujung menambahkan, sementara ini sebagian besar wilayah di Kabupaten Malang memang rawan konflik. Ini karena, perbedaan pandangan dan pilihan memang terjadi di beberapa titik.

Tapi, Polres Malang memastikan tidak akan ada insiden mencekam selama pesta demokrasi berlangsung. Ujung menegaskan, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mengamankan pemilu mendatang.

Pada gelar pasukan Operasi Mantab Brata Semeru, beberapa personel dari polsek hingga Polres Malang bakal diterjunkan. Total, ada 764 personel gabungan yang digerakkan. "Mereka bertugas untuk mengawal pelaksanaan Pemilu," tegasnya. 

Sementara itu, Emha Ainun Najib alias Cak Nun mengatakan, membiarkan bahaya kecil bakal berdampak pada konflik yang besar. Pihaknya mengapresiasi langkah kepolisian terkait cangkrukan untuk menampung aspirasi masyarakat tersebut. "Keberagaman perlu diantisipasi dengan cara persaudaraan," katanya.

 

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up