JawaPos Radar

Komentari Tentang Haringga di Twitter, Denny Siregar Dipolisikan

27/09/2018, 22:28 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Komentari Tentang Haringga di Twitter, Denny Siregar Dipolisikan
Foto Haringga Sirla saat masih kecil (Gobang Mahardika/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Cuitan Denny Siregar terkait kematian Haringga Sirla di akun Twitter pribadinya berbuntut panjang. Pegiat media sosial itu dipolisikan Aliansi Santri Indonesia.

Koordinator Aliansi Maulidan Akbar mengatakan, pihaknya menilai unggahan Denny menghina agama Islam. Pasalnya, dalam unggahan itu mengaitkan kalimat tauhid dengan aksi kekerasan.

"Kami melaporkan Saudara Denny Siregar ke Bareskrim karena dia telah menistakan agama dan melanggar UU ITE," ujarnya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Kamis (27/9).

Komentari Tentang Haringga di Twitter, Denny Siregar Dipolisikan
Pemakaman Haringga Sirla (ist/JawaPos.com)

Dia berharap, dengan adanya laporan ini bisa memberi efek jera terhadap Denny.

Sementara itu, Kuasa Hukum Aliansi Santri Indonesia Muhammad Fayyad mengungkapkan bahwa Denny Siregar akan dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) UU ITE.

Denny Siregar juga akan dijerat dengan pasal Penistaan Agama yang serupa dengan pasal yang menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta, yaitu Pasal 156 A KUHP.

Fayadh menambahkan, dari informasi yang beredar, video pengeroyokan Haringga dengan teriakan tauhid diedit oleh Denny Siregar sendiri. Hal tersebut diketahuinya dari salah satu perwira menengah di Polda Jawa Barat.  

"Ada seorang pamen di Polda Jabar yang menyatakan bahwa yang mengedit itu Denny Siregar. Diduga kuat yang mengedit kalimat Lailahaillallah di acara kerusuhan itu Denny Siregar. Yang menyampaikan ini bukan masyarakat, tapi pamen di Polda Jabar," bebernya.

Adapun laporan terhadap Denny diterima Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/1200/IX/2018/Bareskrim tertanggal 27 September 2018 itu. Dalam laporan ini, Aliansi Santri Indonesia membawa tiga barang bukti berupa screenshot tiga unggahan Denny Siregar mengenai lafaz tauhid sebagai penguat laporannya.

Sekadar informasi, dalam akun Twitter-nya, Denny mempertanyakan alasan para pelaku tega mengeroyok Haringga dengan meneriakkan kalimat tauhid.

"Para supporter itu menghabisi seseorang sambil berdzikir Tiada Tuhan Selain Allah. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka semua. Apa karena keseringan lihat ISIS menggorok manusia?" dan "Berdzikir sambil menyiksa orang sampai mati itu hasil pendidikan radikalisme yang dipelihara selama sekian puluh tahun. Anak-anak itu di pendidikan agamanya selalu diajarkan ayat perang, bukan ayat kasih sayang. Masih bilang radikalisme itu tidak berbahaya?" tulis Denny Siregar.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up