JawaPos Radar

PED OJK Dorong Pemkot Padang Terbitkan Obligasi

27/09/2018, 20:21 WIB | Editor: Dida Tenola
PED OJK Dorong Pemkot Padang Terbitkan Obligasi
Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Yunita Linda bersama Asisten Administrasi Pemkot Padang Didi Aryadi saat diwawancarai awak media di Padang, Kamis (27/9). (Riki Chandra/ JawaPos.com)
Share this image

Jawapos.com– Pemeritah Kota Padang sedang mematangkan rencana penerbitan obligasi daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Hal itu menyusul langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan kemudahan investor daerah untuk mendirikan Perusahaan Efek Daerah (PED). PED tersebut ditargetkan rampung akhir tahun ini.

"Kami mencoba cari pembiayaan lain untuk mempercepat pembangunan. OJK sudah mempertegas peluang kami untuk menerbitkan obligasi," jelas Asisten Administrasi Pemkot Padang Didi Aryadi di Padang, Kamis (27/9).

Pemkot Padang memandang, penerbitan obligasi diyakini akan mendapat sambutan baik dari investor lokal maupun luar. Pasalnya data Bursa Efek Indonesia tahun 2017 menunjukkan, sebanyak 8.047 penduduk Sumatera Barat (Sumbar) melakukan transaksi di pasar modal. Sedangkan tahun ini, terdapat 1.969 investor baru asal Sumbar yang bertransaksi di bursa. "Artinya, Sumbar sudah punya potensi investor. Kami berharap, investor ini pulang kampung saat kami terbitkan obligasi," tambah Didi. 

Soal nilai penerbitan obligasi, Pemkot Padang masih belum memiliki target. Pihaknya mengaku telah diminta  OJK untuk menyisir proyek-proyek pembangunan apa saja yang berpotensi dibiayai melalui obligasi. Seperti pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), pasar, atau pengembangan destinasi wisata.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Yunita Linda Sari mengaku optimistis pendirian PED bakal meramaikan transaksi pasar modal penduduk Sumbar. Apalagi, PED juga bisa menggandeng lembaga keuangan di daerah untuk memfasilitasi masyarakat dalam bertransaksi di bursa.

"Intinya, PED ini dikelola oleh orang daerah dan untuk memajukan iklim investasi dan mencari pendanaan di daerah. Potensinya sangat besar. Sumbar secara personal individunya, bussiness intuisinya sangat besar. Entrepreunershipnya besar," papar Yunita.. 

 

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up