JawaPos Radar

3 Kali Hilang di Laut, Aldi Kapok

28/09/2018, 05:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
hiu, megalodon, aldi hilang di laut,
Pemuda yang hilang di lautan hampir 50 hari, Aldi Novel Adilang, 18 tahun, merupakan salah satu orang yang paling beruntung yang pernah ada (Eva Aruperes)
Share this image

JawaPos.com – Seorang pemuda Indonesia berhasil ditemukan setelah dinyatakan hilang di laut selama nyaris 50 hari, sebelumnya ia disebutkan hilang 46 hari oleh temannya. Pemuda asal Indonesia tersebut mengaku bahwa itu bukan lah kali pertamanya ia harus hilang di lautan. Pemuda yang hilang di lautan hampir 50 hari, Aldi Novel Adilang, 18 tahun, merupakan salah satu orang yang paling beruntung yang pernah ada.

Aldi yang hampir disikat hiu sampai megalodon, ternyata bukan kali ini saja hilang di lautan. Sebelumnya ia juga pernah hilang dua kali. Menurut pengakuannya, perjalananya di laut yang terakhirlah yang paling lama selama ia pernah hilang. Sontak, kaasus ini menjadi sorotan dunia luas.

Dalam kehidupan sehari-hari, pemuda berusia 18 tahun itu bekerja di perahu nelayan atau rompong. Rompong bisa disebut rumah keduanya, bukan hanya karena ia telah menghabiskan lebih dari 50 hari di atas sana, melainkan bentuk rompong yang unik juga berbentuk seperti pondokan yang dapat terapung di tengah laut.

hiu, megalodon, aldi hilang di laut,
Aldi yang hampir disikat hiu sampai megalodon, ternyata bukan kali ini saja hilang di lautan. Sebelumnya ia juga pernah hilang dua kali (Youtube)

Dilansir BBC pada Kamis, (27/9),  hilangnya ia di laut bermula saat pada tangga 14 Juli, ia dibawa arus air laur sepanjang kira-kira 125 Km dari pulau Sulawesi. Lalu tiba-tiba saat berlayar, tali Rompong yang terikat ke dasar laut itu terlepas dan membuat ia terombang-ambing.

“Saya berlayar bersama teman saya, Lalu tali rompong saya putus dari rompongnya teman,” kata Aldi saat ditemui dirumahnya di daerah Kota Manado.

Setelah ia terhanyut, ia mengaku masih memiliki persedian makanan untuk satu minggu. Persediaan makanan itu berupa beras, air bersih, kompor gas. Setelah persediaan itu habis, dia mengandalkan kemampuannya untuk menangkap ikan, dan membakarnya di atas rompongnya. Bahkan pemudia itu mengaku bahwa ia juga sempat memakan ikan mentah.

“Salah satu tantangan terbesar saya adalah mendapatkan air bersih selama di tengah laut, saya menggunakan baju saya sebagai media untuk memfilter asinnya air laut” kata Aldi.

Selama ditengah laut, ia terus menyanyikan lagu rohani, dan membaca Alkitab yang ia bawa dari rumahnya. Ia juga tak henti memanjatkan doa untuk melihat kedua orangtuanya lagi sebagai tanda baktinya. Akhirnya pada 31 Agustus, doanya terjawab. Ia berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal.

Setelah mendapat pertolongan, ia dibawa ke Jepang dan diberangkatkan pulang ke Sulawesi untuk bertemu dengan keluarganya. Setelah ia hilang di laut selama 49 hari, ia bersumpah tidak akan pernah berlayar lagi. Ia bahkan berani keluar dari pekerjaannya.
 

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up