JawaPos Radar

Selangkah Lagi, Freeport Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

27/09/2018, 19:32 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Selangkah Lagi, Freeport Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Freeport sepkat beri 51 persen saham ke pemerintah di akhir tahun (Miftahul Hayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Upaya pemerintah Indonesia mengambil alih saham untuk meningkatkan kepemilikan saham PT Freeport Indonesia menjadi 51,23 persen terus dilakukan. Sejumlah aspek kesepakatan terus diselesaikan.

Kini, tahap tersebut sudah sampai pada sales and purchase agreement (SPA). Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Kementerian KLHK, Kementerian Keuangan dan PT Inalum (Persero) melakukan penandatanganan kesepakatan perjanjian tersebut.

Perjanjian ini akan mengatur soal kesepakatan dalam jual-beli untuk meningkatakan kepemilikan saham Indonesia menjadi 51,23 persen. Indonesia kini selangkah lebih dekat untuk mengembalikan Freeport ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Selangkah Lagi, Freeport Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Freeport sepakat beri 51 persen saham ke pemerintah (Miftahul Hayat/JawaPos.com)

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengucapkan selamat kepada Inalum selaku Holding BUMN Pertambangan yang akan mengambil alih saham Freeport Indonesia. Kini, pihaknya tinggal menunggu surat dari PTFI untuk mengubah kepemilikan saham.

"Kalau setelah ini kita tunggu PTFI mengirimkan surat kepada ESDM sebagai regulator untuk ubah pemegang saham. Lalu setelah itu kami bisa akhiri KK jadi IUPK," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (27/9).

"Kapan tergantung selesai pembayaran Inalum ke dua itu kapan. Ini tinggal administrasi saja. Sudah selesai," tambahnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, dia menjamin proses transaksi dalam mengambil alih saham PTFI dilakukan secara transparan. Nilai pengambilalihan saham sebesar USD 3,85 miliar atau setara dengan Rp 56 triliun kepada Freeport.

"Dari awal kami Kementerian BUMN menekankan betul bahwa ini harus transparan. Dari sisi hukum dijaga penilain dijaga. Dari awal kami ditekankan dan diingatkan oleh bapak presiden (Jokowi). Itu harus transparan yang terbaik untuk Indonesia makanya saya dan ibu menteri sama pak Jonan dan lain-lain selalu komunikasi. Alhamdulillah ini sudah terjadi dan nilai sudah konfirm. Detail transaksi done, nilai berapa ada di konferensi pers. Nilainya wajar," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up