JawaPos Radar

Merapi Bergejolak, BPPTKG: Proses Erupsi Magmatik Bisa Berhenti

27/09/2018, 19:40 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gunung Merapi
MERAPI: Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Gunung Merapi kembali bergejolak. Sejak pertengahan Agustus lalu proses erupsi magmatik Merapi telah berlangsung. Kendati demikian, aktivitasnya masih cenderung kecil dan muncul kemungkinan bisa berhenti.

"Bisa 2 kemungkinan. Bisa berhenti, bisa juga terus tumbuh. Masih naik turun, tapi saat ini masih rendah pertumbuhan kubah lavanya," kata Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta saat ditemui di kantornya, Kamis (27/9).

Saat ini kubah lava terpantau dengan volume 123.000 meter kubik pada Minggu (23/9) lalu. Sangat jauh jika dibandingkan dengan volume kubah lava erupsi 2006 silam, yaitu mencapai 5 juta meter kubik.

Pertumbuhan kubah lava per hari pada erupsi magmatik 2018 juga rata-rata kisaran 3 ribu meter kubik. Sementara pada erupsi 2006 silam bisa mencapai 20 ribu meter kubik per hari.

"Kalau erupsi 2010 kami tidak bisa menghitung pertumbuhan kubah kava. Karena (tekanan) dari dalam dengan kecepatan sangat tinggi, kubah lava langsung terlontarkan," ucapnya.

Status Merapi saat ini pun masih di level II atau Waspada. Pihaknya tetap mengimbau agar radius 3 kilometer dari puncak tidak ada aktivitas penduduk. Masyarakat juga diharapkan tetap menjaga kewaspadaannya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up