JawaPos Radar

Dilaporin Neno Warisman Cs, Polri: Semua Sama di Mata Hukum

27/09/2018, 19:35 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Dilaporin Neno Warisman Cs, Polri: Semua Sama di Mata Hukum
Polisi masih menunggu tindak lanjut dari laporan Neno Warisman ke Komnas HAM. (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menghormati laporan aktivis gerakan #2019GantiPresiden ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Selasa (25/9) kemarin. Sebab setiap warga negara dinilai memiliki hak yang sama di mata hukum.

"Silakan saja, Indonesia kan negara hukum. Seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Kamis (27/9).

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Komnas HAM terkait laporan dugaan intimidasi dan persekusi yang dilakukan polisi itu. "Sampai dengan hari ini belum (ada koordinasi), kami masih menunggu lebih lanjut," ujar Dedi.

Diketahui, aktivis gerakan #2019GantiPresiden termasuk Neno Warisman melaporkan Polri ke Komnas HAM atas sejumlah tindakan persekusi dan intimidasi saat ingin menggelar deklarasi. Persekusi ini terjadi di sejumlah daerah.

Yaitu mulai dari Batam, Riau, Samarinda, Surabaya, Tangerang, dan Bekasi. Saat acara tagar 2019GantiPresiden di Pekanbaru misalnya, polisi mengacungkan senjata kepada Neno Warisman yang berada di dalam mobil. Hal itu dilakukan agar Neno kembali ke Jakarta sehingga batal hadir di deklarasi tagar 2019GantiPresiden. 

Selain itu, disebutkan pula dalam laporan tersebut beberapa oknum polisi yang terlibat dalam pembubaran deklarasi tagar 2019GantiPresiden. Seperti Kapolsek Bubutan AKP Haryanto, Wakasat Intel Polres Pekanbaru AKP Sumirat, Kasat Intelkam Polres Metro Bekasi AKBP Yuli Haryudo, dan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up