JawaPos Radar

Serukan Perdamaian, Chant 'Dibunuh Saja' Wajib Hilang dari Stadion

27/09/2018, 19:05 WIB | Editor: Agus Dwi W
liga 1 2018
Chant-chant negatif harus segera hilang dari stadion, agar perdamaian suporter bisa tercipta. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com – Salah satu media yang memuat konten tentang Arema dan Aremania, Ongisnade mengampanyekan aksi hapus chant ‘dibunuh saja’. Chant ini sangat familiar karena sering kali dinyanyikan oleh suporter klub-klub sepak bola di Indonesia.

Penggalan lirik ‘dibunuh saja’ memang sangat sering dinyanyikan oleh suporter sepak bola di Indonesia. Chant tersebut biasanya ditujukan kepada klub yang dihadapi oleh tim kebanggan mereka di lapangan. Pun kepada klub atau suporter yang diangap rival.

karena itu, melalui media sosial, Ongisnade mencoba menginisiasi kampanye hapus chant ‘dibunuh saja’. "Hal ini kami lakukan agar ke depannya tak ada lagi rivalitas yang berkorban nyawa. Rivalitas itu cukup 90 menit saja,” kata M. Irfan dari Ongisnade.

Kampanye hapus chant ‘dibunuh saja’ ternyata mendapat respons positif dari berbagai elemen suporter. Tak hanya Aremania, suporter klub lainnya seperti Bonek, Bobotoh, Viking, dan The Jak juga sepakat dengan kampanye positif ini.

“Kampanye ini akan terus kami lakukan terutama melalui sosial media hingga tak ada lagi nyanyian 'dibunuh saja' terdengar lagi di dalam stadion,” ucap Irfan kepada JawaPos.com, Kamis (27/9) sore.

Dia berharap gerakan serupa juga terjadi di kelompok suporter lainnya di Indonesia. Baik itu melalui media sosial, aksi nyata di stadion ketika mendukung timnya bertanding, atau pelbagai jalan lainnya.

“Jika nyanyian dibunuh saja sudah hilang maka kami yakin tingkat permusuhan antara suporter yang selama ini berseteru akan lebih berkurang,” tutupnya.

(saf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up