JawaPos Radar

Kasus Divestasi Newmont

Gara-gara Tenis Bareng TGB, ICW Minta Firly Segera Diperiksa

27/09/2018, 18:27 WIB | Editor: Dimas Ryandi
TGB
Mantan Gubernur NTB Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menjadi pihak terkait yang diperiksa KPK karena kasus divestasi Newmont. (Hendra Eka/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Coruption Watch (ICW) Tama S Langkun menilai, Komisoner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin semena-mena dan seolah-olah mengabaikan perihal informasi yang tengah berkembang di publik. 

Informasi yang dimaksud Tama yakni perihal pertemuan Deputi Penindakan Filry dengan mantan Gubernur NTB Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat bermain tenis bersama pada bulan Mei lalu. Anehnya, kata Tama, di level pimpinan lembaga antirasuah menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar.

"Hal ini terlihat dari reaksi salah satu komisioner KPK yaitu Alex Marwata yang menilai bahwa pertemuan Deputi Penindakan KPK Firli dengan mantan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) adalah sesuatu yang wajar," ujarnya pada JawaPos.com, Kamis (27/9).

Lebih lanjut, Tama juga mengatakan, informasi mengenai pertemuan antara Deputi Penindakan KPK dengan TGB sendiri, memang sudah diakui dan dibenarkan oleh pimpinan Agus cs ini.

Namun, kata Tama, mengapa pimpinan seolah-olah membantah bahwa pertemuan Firly dengan TGB tak ada hubungan atau guna meredam kasus Disvestasi Newmont yang tengah masuk masa penyelidikan oleh KPK.

"Ini yang aneh, komisioner terjesan membantah dan mengklarifikasi bahwa pertemuan tersebut tidak ada hubungannya dengan penanganan. Padahal, Ketua KPK pernah menjelaskan bahwa, TGB merupakan pihak yang dimintai keterangan dalam sebuah perkara yang sedang ditelusuri KPK (Disvestasi Newmont)," imbuhnya.

Karena itu, Tama menilai, pertemuan Firly dan TGB sangat bertentangan dengan peraturan KPK Nomor 7 tahun 2013 tentang Nilai-nilai dasar pribadi, kode etik, dan pedoman perilaku KPK, setiap pegawai KPK wajib berpedoman pada kode etik integritas.

“Dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka/terdakwa/terpidana atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang diketahui oleh Penasihat/Pegawai yang bersangkutan perkaranya sedang ditangani oleh Komisi, kecuali dalam rangka melaksanakan tugas dan sepengetahuan Pimpinan/atasan langsung.” (huruf B, angka 12)," jelasnya.

Dia pun menjabarkan maksud pasal tersebut yakni adanya ketentuan kode etik tersebut secara jelas melarang adanya 'hubungan', tidak peduli apapun alasannya. Kemudian, perihal hubungan langsung atau tidak langsung (misalnya pertemuan), maka hal tersebut harus dipandang keliru secara etik. 

"Apabila pimpinan KPK mengklarifikasi bahwa pertemuan tersebut sepengetahuan atau sudah mendapatkan izin dari pimpinan KPK, maka seharusnya pimpinan KPK berani menjelaskan penugasan apa yang telah diberikan sehingga seorang Deputi Penindakan harus berhubungan dengan TGB," tegasnya.

Untuk itu, Tama meminta agar semua unsur yang ada di lembaga antikorupsi ini bisa mematuhi pedoman kode etik yang berlaku, misalnya dengan cara menegakkan pengawas internal.

"PI harus melakukan pemeriksaan etik terhadap Deputi Penindakan KPK atas informasi yang beredar di sejumlah pemberitaan," tegasnya.

"Kondisi seperti ini tentu tidak boleh dianggap sepele. Siapapun yang menjadi bagian dari KPK harus menjunjung tinggi penegakan etik di lembaga tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK tengah mengusut pertemuan antara Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi alias Tuan guru Bajang dengan Deputi Penindakan lembaga antirasuh Brigjen Pol Firly pada Mei lalu. 

Ini karena beredar kabar, TGB dan Firly kedapatan bermain tenis bersama di Lapangan Tenis Wira Bhakti, Gebang. Dalam foto yang beredar, Filry tampak berfoto bersama TGB dan pihak lain sambil memegang raket.

Padahal tim penyelidik lembaga yang digawangi Agus Rahardjo cs ini dikabarkan tengah melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi divestasi saham PT Newmont yang diduga menyeret TGB.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up