JawaPos Radar

Jadi Barang Bukti, Coretan di Badan MRT Belum Dihapus

27/09/2018, 18:18 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Jadi Barang Bukti, Coretan di Badan MRT Belum Dihapus
Direktur Utama MRT, Wiliam Sabandar akui geram atas aksi vandalisme yang terjadi. (Reyn Gloria/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Aksi vandalisme yang terjadi di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Jumat (21/9) dini hari lalu masih dalam penyelidikan Kepolisian. PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengaku geram dan ingin mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyampaikan, perkembangan terakhir dari Kepolisian per hari ini pukul 11.00 WIB. Sesuai arahan, badan kereta terdampak tidak boleh dipindah kemana-mana hingga penyelidikan selesai.

"Sampai hari ini belum dihapus karena memang arahan polisi adalah itu barang bukti. Jadi bisa dihapus cuma kami melihat itu menjadi barang bukti penyelidikan kepolisian," terang William di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Kamis (27/9).

Jadi Barang Bukti, Coretan di Badan MRT Belum Dihapus
Aksi vandalisme yang terjadi di badan kereta MRT. (Instagram @jktinfo)

Menurutnya, gambar grafiti yang ada memiliki berbagai kode yang dapat diselidiki. William pun tidak habis pikir jika ada masyarakat yang merusak fasilitas negara dengan seberani itu.

"Kami sudah kerjasama dengan tim Reskrim Polres Jakarta Selatan untuk menggali informasi, dari CCTV beberapa gedung bangunan sekitar TKP. Termasuk informasi yang berasal dari CCTV di Halte Transjakarta," jelas Wiliam.

Namun, William belum bisa memastikan wajah pelaku terekam CCTV atau tidak. Pasalnya, semua hasil penyelidikan ada di tangan kepolisian dan dirinya belum mendapat hasil dari penyelidikan dari CCTV.

"Penelusuran informasi tambahan dari masyarakat sekitar lokasi, beberapa saat sebelum dan setelah kejadian," tandasnya.

Proses penyelidikan yang masih berlangsung, melibatkan Polsek Cilandak, Polres Jakarta Selatan, Reskrim Polda Metro Jaya, Informasi Intelijen, Kontraktor terkait (CP-108) dan SHES MRT Jakarta dalam rangka penebalan informasi.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up