JawaPos Radar

Guru Tidak Tetap Mogok Mengajar, Ratusan Siswa Terlantar

27/09/2018, 18:05 WIB | Editor: Dida Tenola
Guru Tidak Tetap Mogok Mengajar, Ratusan Siswa Terlantar
Ratusan siswa di SDN Sindurejo 3 terlantar karena para GTT tidak masuk. (Tika Hapsari/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Aksi mogok mengajar di sejumlah SD yang ada di Kabupaten Malang terus berlanjut. Kali ini, di kawasan Gedangan, Kabupaten Malang.

Sebanyak 143 Guru Tidak Tetap (GTT) di wilayah ini mogok sejak Kamis (27/9). Akibatnya, ratusan siswa terlantar karena tidak ada guru yang mengajar.

Pemandangan itu salah satunya tersaji di SDN 3 Sindurejo. Sebanyak 105 murid kelas I hingga VI terpaksa tidak melakukan aktifitas belajar.

Meskipun waktu sudah masuk jam kegiatan belajar, mereka justru asyik bermain di pekarangan sekolah. "Gurunya tidak ada. Makanya saya bersama teman-teman tetap bermain di sini," kata Nur Wahid, salah satu siswa kelas VI dengan polos saat ditemui JawaPos.com di sekolahnya. 

Dia menambahkan, terhitung sejak dua hari, beberapa guru di SDN yang letaknya dekat dengan kawasan hutan ini tidak datang mengajar.  Hanya ada beberapa guru yang masih tetap ke sekolah. "Cuma ada Pak Kepala Sekolah dan guru agama," beber tambahnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Taruji, salah seorang wali murid. Prosesi belajar mengajar di SDN Sindurejo 3 amburadul. "Beberapa guru sebelumnya sangat aktif mengajar di sini,tetapi sejak dua hari mereka tidak masuk. Biasanya ada pemberitahuan kepada murid, untuk disampaikan kepada orang tuanya. Misal ada rapat atau kepentingan lain. Saya tidak tahu, ke mana mereka," ucapnya. 

Kepala SDN 3 Sindurejo Tukiman menjelaskan, aksi mogok GTT itu berskala nasional. Dia memastikan, sejumlah GTT di sekolahnya menyatakan mogok total. "Sejak tiga hari belakangan ini, beberapa diantaranya masih aktif mengajar. Kami sendiri tidak berhak melarang, terserah kesepakatan mereka bersama GTT lain," jelas Tukiman.

Saat ini jumlah GTT di SDN 3 Sindurejo ada tujuh orang. Sementara untuk jumlah PNS hanya dua orang. Terdiri dari Kepala Sekolah dan seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Guna menciptakan suasana kondusif, pihaknya akan segera mengambil langkah. Yakni dengan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh wali murid. "Tujuan rapat nanti, untuk mengantisipasi terjadinya gejolak antar murid. Dengan kondisi seperti ini,kami berharap lembaga tetap kondusif," tandasnya.

 

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up