JawaPos Radar

Panpel Laga Persib vs Persija Tak Ikuti Arahan Kapolrestabes Bandung

27/09/2018, 19:15 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Panpel Laga Persib vs Persija Tak Ikuti Arahan Kapolrestabes Bandung
Panpel Laga pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta tidak ikuti arahan Kapolrestabes Bandung (Siti Fatonah/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pengeroyokan Haringga Sirla mungkin tidak akan terjadi jika panitia pelaksana laga Persib vs Persija mengikuti arahan Polres Bandung. Sebab, sudah disarankan agar panitia memasang layar lebar untuk mengantisipasi membludaknya penonton.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polres Bandung sudah menyarankan panitia pelaksana memasang empat layar lebar agar masyarakat yang tidak tertampung di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA) bisa tetap menonton jalannya pertandingan. 

"Jika apa yang diminta Kapolres dipenuhi, mungkin tidak terjadi chaos. Massa tidak maksa masuk. Itu tidak dipenuhi panpel," ungkapnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/9).

Panpel Laga Persib vs Persija Tak Ikuti Arahan Kapolrestabes Bandung
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

Ya, situasi jelang laga Persib vs Persija kemarin terbilang ricuh. Dari kapasitas 34 ribu bangku penonton, ada sekitar 60 ribu Bobotoh -sebutan suporter Persib- di luar stadion yang memaksa masuk ke GLBA.

Untuk itu, polisi berkonsentrasi dengan Bobotoh yang hendak menjebol masuk pintu stadion. Jika tidak dicegah, hal yang lebih fatal akan terjadi.

Ketika tengah mengantisipasi massa tersebut, aparat di lapangan tiba-tiba mendapat informasi adanya pengeroyokan di halaman parkir GBLA. Sekitar 10 menit, beberapa petugas pun langsung menuju lokasi. "Tapi kondisi korban sudah luka parah," kata Dedi.

Kendati demikian, dia enggan menyalahkan pihak panitia pelaksana atas kejadian ini. "Kita duduk bersama.  Dari PSSI sudah mengambil langkah untuk mengevaluasi secara komprehensif agar kejadian tersebut tidak terulang kembali," sebutnya.

Dedi hanya mengimbau agar kepada para suporter sepak bola untuk menjaga kesatuan dan persatuan. "Jangan terbelah karena fanatisme yang berlebihan. Bangsa ini terlahir memang sudah multi etnis, kita sadari bersama," pungkasnya.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up