JawaPos Radar

Penurunan Harga Ayam, Jateng Terparah

27/09/2018, 17:19 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Peternak Ayam
Ketua Umum Pinsar Singgih. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penurunan harga ayam potong terjadi merata di seluruh kota di Indonesia. Wilayah yang terparah terjadi penurunan harga ada di Jawa Tengah (Jateng). Penurunan harganya berkisar antara Rp 5.000 - Rp 6.000 untuk tingkat dari peternak ke pedagang.

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Singgih menjelaskan, selama ini Jateng menjadi lumbung penghasil ayam potong. Dengan adanya penurunan harga, jelas sangat berdampak parah terhadap peternak di Jateng. "Yang parah itu Sumatera dan Jawa. Tapi yang paling parah itu di Jateng. Karena di sini adalah lumbungnya produksi ayam," urai Singgih, Kamis (27/9).

Anjloknya harga ayam disebabkan menurunnya permintaan pasar. Sementara jumlah pasokan ayam meningkat. Kondisi ini membuat suplai ayam potong melebihi dari kebutuhan pasar.

Singgih mengatakan, sebenarnya penurunan harga ayam bisa diantisipasi. Nmaun hal itu sudah terlambat. Sehingga jumlah pasokan ayam membludak dan tidak sebanding dengan permintaan pasar.

"Kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada pemerintah. Kami juga sudah mengadakan rapat. Akan tetapi sampai sekarang belum juga ada hasilnya. Makanya kami melakukan aksi bagi ayam gratis," ucap Singgih.

Dengan aksi tersebut, para peternak berharap pemerintah bisa lebih serius dan cepat dalam menangani anjloknya harga ayam. Singgih juga mengkritisi pemerintah yang seolah lepas tangan dalam mengatasi masalah ini.

Berbeda halnya saat harga ayam melonjak beberapa waktu lalu. Pemerintah melalui Satgas langsung menekan peternak, mendatangi dan mengintimidasi agar harga bisa turun. "Tetapi begitu harga ayam turun, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Kan ini tidak adil," tandas Singgih.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up