JawaPos Radar

Harimau Sumatera Tewas, Warga Pemasang 50 Jerat Diperiksa Polisi

27/09/2018, 16:44 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Harimau Sumatera Tewas, Warga Pemasang 50 Jerat Diperiksa Polisi
Jejak kaki Harimau Sumatera (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau mengamankan seorang warga berinisial ES atas tewasnya harimau Sumatera di tepi jurang Desa Muara Lembu, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Rabu (26/9). Sebab, harimau tersebut tewas di perangkap milik warga itu. 

"Dari hasil analisa TKP kemudian pemeriksaan beberapa saksi, ditemukan dan diamankan satu masyarakat yang mengaku memasang jerat berinisial ES," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Kamis (27/9). 

Dari pengakuan ES, dia tidak bermaksud menjerat harimau. Perangkap dipasang untuk menangkap babi hutan yang sering merusak ladang miliknya. "Karena ladang sering dirusak, ES memasang kurang lebih 50 jerat di sekeliling ladang," tutur Dedi.

Saat ini ES masih diperiksa secara intensif atas kejadian ini. Kepolisian juga berkoordinasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan para ahli untuk mengetahui apakah ES bisa dipidanakan atau tidak.

"Kalau terbukti ada tindak pidana langsung yang bersangkutan dari status saat ini masih terperiksa, dari nanti gelar perkara bersama, mengundang saksi ahli, pasti akan ditingkatkan statusnya menjadi tersangka," jelas Dedi.

Sementara itu, dia mengimbau kepada masyarakat di sekitar hutan baik di Riau atau di wilayah lain yang memang  memiliki hewan endemik untuk berhati-hati memasang jeratan. "Harimau merupakan salah satu hewan yang hampir punah, makannya harus hati-hati," tegas Dedi.

Jika memang masyarakat merasa terganggu dengan babi hutan yang merusak ladang, mereka bisa koordinasi dengan BBKSDA atau aparat keamanan setempat untuk mencari solusi yang lebih ramah lingkungan.

"Jangan sampai hewan yang menjadi ikon Sumatera ini punah hanya karena terjerat oleh jeratan yang dibuat masyarakat," pungkas mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up