JawaPos Radar

Gara-gara Rubella, Tiap Tahun 1.008 Anak di Aceh Terancam Kematian

27/09/2018, 16:27 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Imunisasi rubella
Siswa SDI Permata, Kota Mojokerto, saat mengikuti program imunisasi MR. Rubella menjadi salah satu virus yang mematikan bagi anak-anak dan Aceh masuk dalam provinsi yang paling rendah cakupan imunisasinya. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi measles/campak-rubella (MR) di Indonesia di angka 95 persen. Harapannya, kekebalan kelompok bisa terjadi dan mengurangi angka kasus dan kematian bagi anak-anak akibat penyakit tersebut.

Communication for Development (C4D) Specialist UNICEF Indonesia Rizky Ika Syafitri mengungkapkan, puluhan ribu anak Indonesia terancam meninggal dunia setiap tahunnya. Kondisinya itu tentunya sangat mengkhawatirkan lantaran sangat berpengaruh terhadap kelangsungan generasi muda.

“Kalau tidak ada imunisasi, kita mungkin akan dihadapkan dengan 50.000 kematian (anak) tiap tahun. Mereka paling rentan di usia 9 bulan sampai 15 tahun. Itu usia yang paling banyak terinfeksi,” ujar Rizky kepada JawaPos.com, Kamis (27/9).

Karena itu, pihaknya kini sedang memfokuskan kampanye vaksin MR ke provinsi terendah cakupan imunisasinya, yakni Aceh. Sebab hingga bulan ini, baru 7,11 persen anak yang ter-cover. Sehingga, diperkirakan seribu anak akan meninggal dunia per tahunnya.

“Tanpa program imunisasi, 64.979 kasus campak akan membuat 1.008 kematian di Aceh,” sebut dia.

Untuk itu, dengan skenario terdekat, mereka mengupayakan 75 persen cakupan imunisasi bisa dicapai. Tujuanya agar menekan angka kematian hingga 39 anak dari 2.872 kasus yang ada. Kemudian skenario berikutnya, jika cakupan mencapai 85 persen, angka kematian semakin menipis yaitu 21 anak dari 1.673 kasus.

“Skenario kelima, kampanye MR dengan 95 persen cakupan, zero case, zero deaths,” tandasnya.

Namun begitu, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan Aceh belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut setelah beberapa kali dihubungi oleh JawaPos.com.

Sebelumnya, Kemenkes memutuskan untuk memberikan kesempatan bagi seluruh provinsi untuk melanjutkan pemberian layanan imunisasi MR hingga 31 Oktober 2018. Hal itu dituangkan dalam surat yang dikeluarkan per 20 September 2018.

Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Menkes Nila Farid Moeloek dan ditujukan kepada para Gubernur di 28 Provinsi Luar Pulau Jawa yang sedang melaksanakan kampanye imunisasi MR.

“Perpanjangan kesempatan ini agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada di daerah agar target capaian cakupan imunisasi yang diharapkan dapat tercapai,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati, Rabu (26/9).

Adapun saat ini, daerah yang terlampau sulit melaksanakan imunisasi ada di Sumatera. Lima provinsi dengan cakupan terendah di pulau itu, yakni Aceh 7,11 persen, Sumatera Barat 25,25 persen, Riau 23,55 persen, Bangka Belitung 35,3 persen, dan Kepulauan Riau 41,01 persen. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up