JawaPos Radar

Trump Tiba-tiba Tuding Tiongkok Ikut Campur dalam Pemilu AS

27/09/2018, 16:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
trump, tiongkok, pemilu as,
Trump juga menuduh Tiongkok melawan Partai Republik miliknya dan akan mengganggu dalam pemilu mendatang (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran menyebarkan kekacauan dan Tiongkok ikut campur dalam pemilihan di AS. Hal itu dikatakan Trump pada saat pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Rabu, (26/9).

Ini pertama kalinya Trump memimpin pertemuan DK PBB. Saat itu, ia mencela kesepakatan nuklir Iran dengan mengatakan bahwa kesepakatan itu satu sisi.

Selain Iran, Trump juga menuduh Tiongkok melawan Partai Republik miliknya dan akan mengganggu dalam pemilu mendatang. Menurut Trump, ini adalah balasan atas perang dagang antar AS-Tiongkok. Walaupun Menlu Tiongkok Wang Yi mengatakan, tuduhan ini tak beralasan.

trump, tiongkok, pemilu as,
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran menyebarkan kekacauan dan Tiongkok ikut campur dalam pemilihan di AS (Reuters)

Selanjutnya, mengenai Iran, Trump ingin ada sanksi yang dijatuhkan kembali. Ia mendesak seluruh kekuatan dunia bekerja bersama AS untuk memastikan rezim Iran mengubah perilakunya dan tak akan pernah memperoleh bom nuklir.

Setelah Trump, Presiden Perancis Emmanuel Macron membalas dengan mengatakan, kekhawatiran dengan Iran tak dapat diatasi dengan sanksi dan penahanan.

Trump berpendapat, sejak Perjanjian Nuklir Iran 2015 itu ditandatangani, agresi Iran meningkat. Ia menuduh dana yang dikeluarkan dari pencabutan sanksi telah digunakan untuk mendukung terorisme, membangun rudal yang mampu mengirimkan nuklir dan menimbulkan kekacauan.

Iran tidak diminta untuk berbicara pada pertemuan DK PBB, tetapi Presiden Iran Hassan Rohani mengatakan pada konferensi pers bahwa AS pada akhirnya akan bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir dan berjanji melanjutkan komitmen Teheran terhadap kesepakatan tersebut. "Amerika Serikat suatu hari, cepat atau lambat, akan kembali. Ini tidak dapat dilanjutkan," kata Rouhani.

Beralih ke Syria, Trump menyerang Rusia dan Iran karena mendukung Presiden Bashar Al Assad dalam perang brutalnya di Syria. "Pembantaian yang dilakukan oleh rezim Syria dimungkinkan oleh Rusia dan Iran," kata Trump dilansir dari Channel News Asia, Kamis, (27/9).

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up