JawaPos Radar

Kadispen: Marinir Tidak Akan Menutupi Penyebab Kematian Halim

16/09/2018, 20:11 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Kadispen: Marinir Tidak Akan Menutupi Penyebab Kematian Halim
()
Share this image

JawaPos.com – Kabar duka datang dari Detasemen Perbekalan Pangkalan Marinir (Denbek Lanmar) Surabaya. Salah satu prajuritnya, Kelasi Kepala Achmad Halim Mardyansah, 29, meninggal dunia pada Senin (10/9). Versi Korps Marinir, Halim meninggal karena gantung diri.

Namun, pihak keluarga berpikir sebaliknya. Tidak yakin jika Halim memiliki niatan untuk bunuh diri. Ada beberapa alasan. Salah satunya, berdasar pada foto Halim saat divisum di rumah sakit yang diambil Sukiman, ayahnya. Di foto itu, tedapat luka lebam di wajah. Kedua lengan dan paha Halim juga merah memar.

Kadispen Korps Marinir Letkol Marinir Ali Sumbogo menyampaikan beberapa poin terkait kematian Halim kepada JawaPos.com melalui rilis hak jawab. Dia memastikan kalau kematian almarhum Kelasi Kepala Achmad Halim Mardyansah, bukan saja menyisakan duka bagi keluarga dan handai taulan, tetapi juga duka bagi keluarga besar Korps Marinir.

Kadispen: Marinir Tidak Akan Menutupi Penyebab Kematian Halim
Pertemuan orang tua Halim Mardyansah di Denbek disaksikan Pomal. Dalam pertemuan itu, keluarga disebut menolak otopsi. (Kadispen Korps Marinir for JawaPos.com)

’’Almarhum termasuk salah satu prajurit yang baik, loyal dan berdedikasi tinggi,’’ ujarnya, Minggu (16/9).

Lebih lanjut Letkol Marinir Ali Sumbogo menjelaskan, setelah penemuan jenasah almarhum Halim, petugas Pomal Lantamal V Surabaya telah memintakan visum et repertum atau otopsi. Nomor suratnya: VER/ 05/ IX/ 2018 tertanggal 10 September 2018. Namun pihak keluarga yakni Sukiman tidak bersedia agar jenazah diotopsi. Alasannya, keluarga sudah ikhlas.

’’Tidak bersedia untuk jenazah diotopsi dengan alasan keluarga sudah ikhlas,’’ ujarnya dengan melampirkan surat pernyataan dan dokumen foto.

Poin berikutnya, hasil pemeriksaan luar atas jenazah almarhum oleh dokter pemeriksa dari Yonkes-2 Marinir pada 10 September 2018, disebutkan penyebab kematian kemungkinan adalah asfiksia. Itu adalah henti nafas yang diakibatkan trauma tumpul (jeratan) di leher atas.

’’Dari fakta-fakta tersebut, Korps Marinir tidak memiliki niat untuk menutupi kematian anggotanya,’’ ujarnya. Korps Marinir disebut telah berupaya secara maksimal untuk mengurus kematian Halim sesuai dengan prosedur dan pedoman. Termasuk, telah meminta bantuan aparat penegak hukum TNI AL yakni Pomal Lantamal V Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Letkol Marinir Ali Sumbogo juga mengucapkan turut berduka cita atas kematian Halim. ’’Kami memahami duka yang mendalam ini, disertai doa semoga almarhum meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,’’ imbuhnya.

(dim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up