JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ragam Pengobatan Kanker Hingga Efek Sampingnya Pada Pasien

16 September 2018, 15:41:44 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
pengobatan kanker, efek samping kanker,
Ilustrasi pengobatan kanker. (Medical Xpress)
Share this

JawaPos.com - Pengobatan penyakit kanker biasanya menguras mental dan finansial pasien. Pengobatan kanker dengan efek sampingnya akan membuat pasien tak nyaman. Selama ini, pengobatan kanker yang biasa dilakukan adalah kemoterapi, radiasi, dan operasi.

Pakar Hematologi dan Onkologi Medik Dr. Ronald. A. Hukom, MHSc, Sp.PD, KHOM dari RS,FINASIM dari RS Dharmais dan Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) menjelaskan pengobatan kanker bisa dilakukan dengan operasi, radioterapi dan obat-obatan, terapi hormon, hingga immunoterapi.

"Contoh obat-obatan untuk berbagai macam kanker. Seperti Doxorubicin, Siklofosfamid, Vinkristin, Bendamustin, Taxans, Metotreksat, Cisplatin, Etoposide, 5-FU, Gemcitabin, lalu Capecitabine untuk kanker usus besar. Trastuzumab untuk kanker payudara, dan lainnya yang merupakan golongan kemoterapo standar," kata dr. Ronald.

Immunoterapi memberikan penatalaksanaan pada pasien untuk menguatkan sistem imun. Sedangkan pengobatan kemoterapi sudah populer sejak 30-40 tahun terakhir.

Sedangkan, Pendiri Cancer Information and Support Center (CISC) Indonesia Aryanthi Baramuli Putri berharap keberadaan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) membantu pasien dalam pengobatan kanker. Namun masih perlu banyak perbaikan sehingga pelayanan pengobatan kanker akan menjadi semakin baik.

“Misalnya tentang rujukan berjenjang dan pembaharuan rujukan per 3 bulan sebaiknya tidak diberlakukan untuk pasien kanker. Ini semua dimaksudkan untuk efisiensi biaya pengobatan," jelasnya dalam diskusi peringatan Hari Kanker Limfoma Sedunia yang jatuh setiap tanggal 15 September baru-baru ini.

Efek Samping Pengobatan Kanker

Menurut dr. Ronald, tak semua kemoterapi membuat rambut rontok. Ada yang menyebabkan kebotakan tetapi ada juga yang tak menyebabkan efek nyata pada rambutnya.

Hanya saja biasanya pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi mengalami mual, muntah. Dokter biasanya memberikan obat antimuntah atau antimual.

"Tergantung kebutuhan pasien. Dan seberapa hebat laporan mengenai mual dan muntahnya," paparnya.

Ada pula pasien yang mengalami gangguan pengecap dan rasa bau. Gangguan pengecap bisa disiasati dengan kumur-kumur sebelum makan kemudian ditambahkan rempah-rempah lebih kuat pada masakan.

"Ada juga yang merasakan mulut kering, lemas dan efek samping lainnya," papar dr. Ronald

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up