JawaPos Radar | Iklan Jitu

LDII Dorong Model Pengembangan Pendidikan Berkarakter

16 September 2018, 13:35:03 WIB | Editor: Imam Solehudin
LDII
Dari kiri ke kanan Ketua DPP LDII Dr Basseng MPd, Direktur Pendidikan Dasar Kemendikbud RI Dr Khaimin dan Moderator H. Sarji menjadi pembicara pada focus group discussion (FGD) di kantor DPP LDII, Jakarta, Sabtu (16/9) (Derry Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menaruh perhatian pada bidang pendidikan di Tanah Air. Pendidikan menjadi salah satu isu yang diusung menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII Oktober mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII Prasetiyo Sunaryo menuturkan menyambut pelaksanaan Rakernas LDII Oktober nanti, mereka menggelar focus group discussion (FGD). Di dalam FGD yang digelar di kantor DPP LDII Jakarta Sabtu (15/9) itu mengupas soal pendidikan tanah air.

"Kita ingin mencari model pendidikan yang membangun karakter anak-anak atau peserta didik," kata dia. Prasetiyo menuturkan karakter yang harus dibangun dalam dunia pendidikan adalah karakter jujur, menghormati orang tua, serta menghormati guru.

Menurut Prasetiyo, di tengah kemajuan teknologi saat ini, anak didik tetap harus mendapatkan bekal pendidikan karakter. Khususnya karakter jujur dan menghormati orangtua serta guru.

Untuk karakter jujur misalnya, bisa mencegah perilaku korup ketika anak-anak dewasa kelah.

"LDII memandang karakter-karakter tersebut perlu dipersiapkan dengan baik untuk mengantisipasi era bonus demografi, era revolusi industry 4.0, dan Indonesia Emas 2045," urainya.

Prasetiyo berharap melalui kegiatan diskusi tersebut bisa menemukan berbagai model pendidikan yang dapat meningkatkan karakter jujur. Selain itu juga menjadi ajang berbagi model pendidikan yang dapat meningkatkan karakter menghormati orang tua dan guru.

Kemudian juga jadi wahana untuk menemukan berbagai model pendidikan yang dapat meningkatkan literasi. "Khususnya literasi teks dan visual," kata dia. Literasi ini penting, diantaranya bisa membentengi anak-anak dari banyaknya informasi palsu atau hoax.

Pembicara dalam forum FGD diantaranya adalah praktisi pendidikan Najelaa Shihab. Dia merupakan pemilik sekaligus pengelola sekolah Cikal. Najelaa membawakan tema terkait best practice program pendidikan karakter.

Kemudian pembicara dari LDII ada Dr Basseng dengan topic pendidikan karakter berbasis profesional religious.

(wan/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up