JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jangan Norak! E-SIM iPhone Terbaru Lebih Canggih dari SIM Card Biasa

15 September 2018, 08:40:19 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
E-SIM iphone, iPhone E-SIM, E-SIM iphone terbaru
Smartphone terbaru besutan Apple, iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR. Dua di antara ketiga iPhone tersebut sudah mendukung e-SIM, yakni iPhone XS dan iPhone XS Max. (NDTV)
Share this

JawaPos.com – Kehadiran iPhone terbaru, yakni iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR, masih menyita perhatian para fanboy alias pencinta produk Apple. Salah satu yang menarik perhatian adalah adanya dukungan dual-SIM dengan satu di antaranya merupakan SIM elektronik atau e-SIM.

E-SIM ini memang masih menjadi istilah langka yang tidak banyak diketahui banyak orang. Hal tersebut bertolak belakang dengan fungsi dan manfaat implementasi e-SIM di perangkat mobile masa kini semisal smartphone.

Supaya tidak norak soal apa itu teknologi e-SIM, terlebih sudah hadir di perangkat Apple Watch dan kini dibawa pula di iPhone terbaru, JawaPos.com akan mengulas teknologi e-SIM pada smartphone.

E-SIM iphone, iPhone E-SIM, E-SIM iphone terbaru
Ilustrasi: desain e-SIM. (Quora)

E-SIM sejatinya sama seperti SIM Card reguler atau fisik yang digunakan di smartphone. Teknologi e-SIM dibangun langsung ke smartphone pengguna.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman DigitalTrends, Sabtu (15/9), e-SIM merupakan chip kecil yang digunakan untuk mengautentikasi identitas pengguna dengan operator telekomunikasi yang langsung tertanam di gadget.

Lantas apa bedanya dengan SIM Card biasa?

Jika pada kartu SIM biasa, kamu harus mengganti SIM jika bepergian dan menggunakan operator baru dalam sebuah perjalanan, atau jika ingin berganti operator. Lumayan repot, bukan? Kamu harus mencungkil, melepas, dan sebagainya yang memakan waktu hanya untuk mengganti SIM Card.

Jadi apakah SIM bawaan yang tertanam dalam gagdet harus berpindah smartphone?

Untungnya, tidak. Bahkan, salah satu kelebihan teknologi e-SIM adalah membuat pengguna lebih mudah ketika beralih operator. Daripada harus memesan, mencari SIM baru dan menunggu sampai tiba, kamu dapat beralih ke operator baru langsung dari perangkat smartphone yang kamu miliki. Jika kamu pengguna dual-SIM, teknologi e-SIM bisa beralih di antara keduanya dengan sangat mudah dan aman. E-SIM juga mampu mendukung banyak akun.

Soal e-SIM ini telah tertuang dalam kesepakatan yang dibuat GSM Alliance (GSMA). Asosiasi yang mewakili operator seluler di seluruh dunia itu bahkan telah memutuskan e-SIM sebagai standar terbaru dari kartu SIM, namun cara dan penggunaanya memang masih perlu disosialisasikan. Terlebih masih banyak negara yang belum siap untuk implementasi e-SIM di negaranya.

Kendati begitu, kemungkinan smartphone pengguna yang menggunakan e-SIM akan memiliki beberapa menu pengaturan baru yang ditujukan untuk kartu SIM elektronik yang tertanam. Termasuk pengaturan untuk berganti operator dan mengelola akun E-SIM langsung dari ponsel.

Google Pixel 2 adalah salah satu smartphone pertama yang mendukung teknologi e-SIM. Aplikasi untuk mengelola e-SIM tersedia di Google Play Store. Kemungkinan begitu pula dengan iPhone terbaru, walaupun fitur e-SIM hanya untuk SIM sekunder.

Selain alasan keamanan dan fleksibilitas, keunggulan lain dari e-SIM adalah karena bentuknya yang langsung tertanam. Hadirnya e-SIM mampu membuat produsen smartphone, smartwatch, maupun gadget lainnya bisa mendesain perangkatnya lebih ringkas. Terlebih saat ini banyak vendor smartphone yang berlomba-lomba membuat smartphone dengan desain setipis mungkin.

Sementara berdasarkan laporan PhoneArena, soal e-SIM sendiri hingga saat ini baru ada 10 negara yang mengimplementasikannya. Ke-10 negara tersebut adalah Kanada, Kroasia, Australia, Republik Ceko, Jerman, Hungaria, India, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.

(ce1/ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up