JawaPos Radar

Mengenal Tahapan Tes Kesehatan Kulit dengan Air Liur yang Aman

10/09/2018, 17:32 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Mengenal Tahapan Tes Kesehatan Kulit dengan Air Liur yang Aman
Owner dan Founder dari Youth & Beauty Clinic di Kemang Square, dr. Gaby Syerly memperkenalkan metode terbaru dari tes uji Skin DNA Genomic. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Inovasi perawatan kecantikan makin berkembang. Kali ini, terobosan dunia kecantikan dilakukan melalui air liur, yakni Skin DNA Genomic. Nantinya, karakteristik dan kesehatan kulit akan terbaca lewat air liur.

Metode tersebut merupakan alat uji DNA yang menggunakan sampel air liur (saliva) pasien untuk mengetahui kondisi kesehatan kulit. Sehingga hasil uji DNA ini, bisa mengetahui treatment yang tepat untuk jenis kulit tertentu.

Owner dan Founder dari Youth & Beauty Clinic di Kemang Square, dr. Gaby Syerly menjelaskan Skin DNA Genomic merupakan test satu-satunya di Indonesia dan hanya ada di Youth & Beauty Clinic. Skin DNA Genomic adalah tes untuk mengetahui seberapa resiko penurunan produksi kolagen kulit, resiko kerutan muncul, hiperpigmentasi atau flek yang akan timbul, risiko inflamasi seperti jerawat dan resiko alergi.

"Saat ini, pemeriksaan kulit yang ada kebanyakan melalui metode observasi klinis oleh dokter ataupun menggunakan skin analyzer, di mana ini adalah suatu kelemahan yang hanya melihat kondisi kulit secara makro, tidak bisa memprediksi resiko penuaan pada kulit di masa yang akan datang," jelasnya dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta, Senin (10/9).

Skin DNA Genomic hanya mengambil sample air liur pasien dan dibawa ke laboratorium di Korea. Dilakukan sekali seumur hidup, mampu memprediksi resiko penuaan pada kulit berdasarkan gen dan mampu merekomendasikan treatment yang sesuai dengan kondisi gen pasien.

"Sehingga pasien akan mendapatkan treatment sesuai dengan kebutuhan dan lebih bersifat personal," jelasnya.

Tahapan Tes Uji Skin DNA Genomic

Pasien diwajibkan untuk berpuasa. Artinya tidak menyantap makanan dan minuman sebelum melakukan serangkaian tes uji. Hal itu agar hasilnya lebih valid.

"Harus puasa dulu karena kan kami mau uji air liurnya. Maka langsung di area rongga mulut pusatnya," kata dr. Gaby.

Untuk harga yang ditetapkan hanya untuk tes uji, memang masih tergolong tinggi. Yaitu Rp 10 juta setiap orang.

"Untuk tes saja sih enggak ada efek samping ya. Karena hanya tes saja. Namun kami selalu menegaskan sebelum tes lebih baik pasien pikir-pikir dulu. Karena tes itu enggak murah, Rp 10 jutaan. Setelah tes, harus komitmen ikut rangkaian perawatan," paparnya.

Setelah itu, Skin DNA Genomic akan menganalisa 13 gen yang berasosiasi dengan 'skin aging' yang terbagi dalam 6 parameter. Di antaranya Antioxidant system, pigmentation, inflammation system, collagen regeneration, wrinkle (aging), dan skin cell regeneration. 

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up