JawaPos Radar | Iklan Jitu

Berkas Bos Abu Tours Masuk Pengadilan

05 September 2018, 09:35:26 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Abu Tours
CEO Abu Tours Hamzah Mamba saat diserahkan ke Kejari Makassar beberapa waktu lalu. (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar telah melimpahkan berkas perkara CEO Abu Tours Hamzah Mamba ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Melalui perusahaanya, Hamzah disangkakan melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pencucian uang terhadap 86 ribu lebih calon jamaah umrah. Para korban tersebar di 15 provinsi di Indonesia.

"Berkas dua tersangka, baru satu yang kami limpah ke pengadilan. Baru Hamzah yang kami limpahkan," kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Makassar Ulfadrian saat memberikan keterangan di Makassar, Rabu (5/9).

Hamzah Mamba adalah satu dari tiga tersangka yang berkasnya pertama kali dilimpahkan ke Pengadilan. Tersangka lainnya adalah Direktur Keuangan Abu Tours Muhammad Kasim, yang kini berkasnya masih di kejari.

Ulfadrian menerangkan, pelimpahan berkas perkara tersangka Kasim akan dilakukan bila koreksi beberapa poin yang terdapat dalam dakwaan telah rampung. Sementara untuk dua tersangka lainnya, yakni mantan Komisaris perusahaan Nursyariah Mansyur dan Chaeruddin, berkasnya masih berada di penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Terpisah, Humas PN Makassar Bambang Nur Cahyono membenarkan adanya pelimpabah berkas untuk tersangka Hamzah Mamba. "Berkas pidana Abu Tour memang sudah dilimpahkan dan Ketua PN telah siap menunjuk majelis hakimnya," terang Cahyono.

Pelimpahan dengan nomor surat B-427/R.4.107/EPP.2/08/2018 diterima PN Makassar pada Kamis (30/8) lalu. PN kemudian meregistrasi perkara nomor 1235/Pid.B/2018/PN Mks, Senin (3/9) lalu.

Ketua PN Makassar telah menunjuk langsung Denny Lumban Tobing selaku ketua majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan nanti. Namun untuk jadwal sidang perdana belum diketahui pasti.

Kepastian jadwal sidang ditentukan setelah hakim anggota yang ditunjuk keseluruhan telah lengkap. "Majelis hakim belum menetapkan jadwal sidangnya karena berkas baru diterima majelis hakimnya," pungkas Cahyono.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up