JawaPos Radar | Iklan Jitu

BHACA Gelar Roadshow Antikorupsi di 11 Universitas Jawa-Bali

03 September 2018, 16:53:14 WIB | Editor: Kuswandi
BHACA
Pembukaan roadshow Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) diskusi musikalisasi antikorupsi di 11 Universitas Jawa, Madura dan Bali, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Senin (3/9 (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) menggelar roadshow diskusi musikalisasi antikorupsi yang akan berlangsung di 11 Universitas di Jawa, Madura dan Bali. Pendiri BHACA, Natalia Subagyo menyatakan, pentingnya pendidikan antikorupsi untuk memberi pengetahuan kepada para mahasiswa yang mempunyai peran besar sebagai generasi penerus bangsa.

"Anak-anak remaja punya kreativitas dengan membuat acara seperti drama, sayembara kartun dengan mengangkat tema pemberantasan korupsi," kata Natalia saat membuka acara roadshow dengan tema 'Bung Hatta Jawa-Bali Tour 2018: Diskusi Musikal Antikorupsi' di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Senin (3/9).

Natalia menyebut, sebagian besar volunter Asian Games yang baru saja berakhir itu pun adalah anak-anak remaja. Itu membuktikan remaja dapat merubah cita-cita bangsa ke depan.

"Acara ini untuk menggugah adik-adik, untuk memberi ilmu adik-adik yang lebih baik. Agar kita menjadi bangsa yang lebih baik," paparnya.

Sementara itu, anak dari Bung Hatta, Halidah Nuriah Hatta menuturkan, perkumpulan BHACA untuk menggugah masyarakat peka terhadap isu pemberantasan korupsi.

"Orang melakukan kecurangan, penyelewengan itu juga terjadi di organisasi. Sistem auditnya tidak benar," ucap Halidah.

Menurut Halidah, ayahnya dijadikan role model antikorupsi karena dianggap sebagai tokoh yang memiliki standart dunia. Bahkan prinsip Bung Hatta, lanjut Halidah, saat menjadi Wakil Presiden tidak pernah memakai fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

"Sebagai individu, memegang prinsip, jujur, menghargai orang, total dalam bekerja dan mempunyai semangat kewarganegaraan," sebut Halidah.

Hal senada pun dilontarkan oleh putri sulung Bung Hatta, Meutia Hatta. Dia menyebut, terbentuknya BHACA untuk memangkas para pejabat yang tidak komitmen dalam isu pemberantasan korupsi.

Menurut Meutia, untuk pejabat yang bersih tiap dua tahun sekali diberi penganugerahan seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Mereka yang bersih menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah, pejabat negara dan swasta memberikan anugerah kepada mereka yang komitmen bersih dari korupsi," pungkasnya.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up