JawaPos Radar

Terima Kasih! Atas Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2018

Total Bonus Atlet dan Pelatih Hampir Rp 200 M

02/09/2018, 09:00 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Terima Kasih! Atas Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2018
Ekspresi pesilat Indonesia, Abdul Malik saat mendapat emas usai berduel dengan pesilat Malaysia, Muhammad Faizul Nasir M Nasir pada final nomor 50-55 kg di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/8). (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Prestasi membanggakan diraih atlet-atlet Indonesia di Asian Games 2018. Total Indonesia meraih 98 medali dengan perincian 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Dengan raihan itu, Indonesia berada di peringkat keempat di bawah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Jauh melebihi target yang dibebankan pemerintah, yakni masuk 10 besar dan meraih 16 emas.

Tim kuadran sepak takraw putra menambah sekeping emas pada hari terakhir perebutan medali kemarin (1/9). Dalam final di GOR Ranau Jakabaring Sport Center, Palembang, Indonesia mengalahkan Jepang dengan skor 15-21, 21-14, 21-16. Tim kuadran sepak takraw terdiri atas Muhammad Hardiansyah Muliang, Nofrizal, Saiful Rijal, Rizky Abdul Rahan Pago, Husni Uba, dan Abdul Halim Radjiu.

Terima Kasih! Atas Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2018

Atas raihan itu, pemerintah telah menyiapkan bonus bagi para atlet dan pelatih yang sudah menorehkan prestasi tersebut. Untuk peraih emas perorangan, dijanjikan Rp 1,5 miliar. Untuk peraih emas ganda atau berpasangan, masing-masing Rp 1 miliar. Sedangkan untuk peraih emas beregu, masing-masing Rp 750 juta. Untuk pelatih dan asisten pelatih, bonusnya mulai Rp 25 juta hingga Rp 450 juta.

Informasi yang diterima Jawa Pos, Presiden Joko Widodo bakal menjamu seluruh peraih medali di Asian Games di Istana Merdeka, Minggu (2/9). Momen tersebut sekaligus digunakan untuk penyerahan bonus secara langsung kepada para atlet. Hal itu disampaikan Deputi III Kemenpora Raden Isnanta. Hingga kemarin, Sabtu (1/9) pihaknya masih mendata seluruh peraih medali di kontingen Indonesia.

"Besok (hari ini, Red) akan diberikan dalam bentuk tabungan kepada seluruh atlet," ujar Isnanta. Kebijakan itu merupakan langkah cepat yang didengungkan Jokowi agar membayar bonus atlet sebelum keringat mereka kering. Sedangkan bonus lain, yakni rumah dan pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil, akan menunggu informasi selanjutnya.

Sukses prestasi dan penyelenggaraan Asian Games ini membuat Indonesia percaya diri untuk menjadi penyelenggara multievent olahraga yang levelnya lebih tinggi. "Indonesia berencana secepatnya untuk mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor kemarin.

Jokowi menyampaikan keinginan itu saat menerima Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach dan Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Ahmad Al-Fahad Al-Sabah. Menurut Jokowi, pada perhelatan Asian Games 2018, Indonesia mendapat apresiasi dan penghargaan dari dunia internasional.

Bahkan, dalam pertemuan dengan IOC dan OCA, ungkap Jokowi, dua induk olahraga itu memuji kerja Indonesia. Bukan hanya yang berkaitan dengan penyelenggaraan, tapi juga antusiasme dan partisipasi masyarakat dalam jumlah besar. "Saya kira inilah modal kuat yang kita miliki menurut beliau," kata Jokowi.

Jika merujuk sejarah, kemampuan dan pengalaman Indonesia menggelar ajang olahraga internasional cukup mumpuni. Mulai beberapa kali tuan rumah SEA Games, dua kali tuan rumah Asian Games, dan sekali Islamic Solidarity Games.

Peluang Indonesia menggaet posisi tuan rumah Olimpiade 2032 cukup terbuka. Pasalnya, tahun tersebut mungkin menjadi jatah negara Asia atau Afrika. Sebab, jatah untuk Benua Eropa dan Amerika sudah dipastikan untuk Olimpiade 2024 di Prancis dan 2028 di Amerika Serikat.

Presiden IOC Thomas Bach menyambut baik keinginan Indonesia mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Dia menilai kesuksesan pelaksanaan Asian Games tahun ini menawarkan fondasi yang sangat kuat untuk pencalonan tersebut. "Dengan keberhasilan besar (Asian Games) ini, Indonesia telah menunjukkan memiliki semua bahan untuk menyelenggarakan Olimpiade dengan sukses," katanya.

Thomas menambahkan, bagian yang paling mengesankan dari perhelatan yang digelar di Jakarta dan Palembang tahun ini adalah orang-orang Indonesia itu sendiri. Menurut dia, Indonesia telah menunjukkan kombinasi hebat antara keramahan dan efisiensi pada saat yang bersamaan. "Dan itulah Olimpiade. Olimpiade adalah tentang orang-orang. Olimpiade adalah tentang keunggulan dan tentang persahabatan," tuturnya.

Thomas dan Sabah datang ke Indonesia untuk menghadiri penutupan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno nanti malam. Closing ceremony Asian Games menjadi prioritas pengamanan bagi Polri. Akan diterjunkan 9.422 personel gabungan Polri, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan bahwa pengamanan penutupan Asian Games edisi ke-18 itu tidak akan kendur. Pengamanan telah dibagi dalam empat ring. Ring satu pengamanan untuk presiden, pejabat negara, dan undangan. "Ada juga pengamanan untuk Jack Ma, pemilik Alibaba," ucapnya.

(han/idr/far/nap/feb/ c9/c10/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up