JawaPos Radar | Iklan Jitu

Usai Resmikan Masjid, Relawan Gempa Lombok Meninggal

01 September 2018, 10:34:19 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Relawan Bencana
BERDUKA: Seorang relawan asal Mapala UNISI UII Jogjakarta meninggal di Lombok. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Relawan bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali ada yang meninggal dunia. Adalah Muhammad Rukman alias Boni, 54, relawan dari Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta.

Boni menghembuskan napas terakhir pada Jumat (31/8) kemarin sekitar pukul 20.30 WITA atau 19.30 WIB.. Jenazah akan dikebumikan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Sabtu (1/9) ini.

Boni sudah berada di Lombok sejak 6 Agustus lalu. Atau sehari setelah gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Lombok. "Almarhum meninggal saat meresmikan masjid di Dusun Boyotan Baru, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara," kata Prasetyo Wibisono yang merupakan rekan satu tim almarhum.

Ketika peresmian masjid, almarhum sempat memberi kata sambutan sebagai ungkapan syukur atas pembangunannya. Setelah memberikan sambutan, Boni langsung tak sadarkan diri. Rekan-rekannya kemudian membawanya ke posko kesehatan yang tak jauh dari lokasi. "Sempat mendapat pertolongan, tapi kemudian dinyatakan meninggal. Penyebabnya kemungkinan karena kecapekan. Diduga juga ada serangan jantung," paparnya.

Boni bergabung di Mapala UNISI sejak 1980-an. Dalam penanganan bencana gempa di Lombok, ia bersama rekan-rekannya membuat sanitasi air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Lombok Utara.

Selain itu juga melakukan evakuasi maupun pencarian jenazah. "Kami juga evakuasi rumah warga yang rusak, distribusi bantuan, trauma healing. Membuat sekolah darurat, dapur umum, dan terakhir mendirikan masjid," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up