JawaPos Radar

Soal Mahar Cawapres Sandi

Andi Arief Didesak Lapor ke Bawaslu, Fadli Zon: Silakan Saja

13/08/2018, 11:55 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Fadli zon
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mempersilakan Wasekjen Andi Arief untuk melaporkan soal mahar Rp 500 Miliar kepada Bawaslu. (Gunawan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Banyak pihak yang menginginkan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief membuat laporan resmi kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Itu terkait tuduhannya pada Sandiaga Uno yang disebut memberikan mahar masing-masing sebesar Rp 500 miliar kepada Gerindra, PKS, dan PAN untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, ‎pihaknya tidak takut apabila Andi Arief melapor ke Bawaslu. Karena menurutnya pemberian uang Rp 500 miliar itu tidak pernah ada.

"Memang nggak ada, jadi silakan saja lapor," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/8).

Menurut Fadli, Gerindra berkomitmen mewujudkan transparansi dalam segala hal. Oleh sebab itu, di Pilpres 2019 mendatang semua parpol yang mengusung dan mendukung Prabowo-Sandi akan selalu transparan.

"Kami ingin ada transparansi sehingga ke depan kita bisa berpolitik dan berdemokrasi dengan lebih baik," katanya.

Karenanya, dia membantah tudingan Andi Arief yang menyebut Gerindra, PKS, dan PAN menerima mahar masing masing Rp 500 miliar. "Enggak ada itu. Salah itu, dan itu tidak benar," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, pihaknya kaget karena Prabowo melakukan hal yang di luar dugaan.

Kata dia, Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno 'ngotot' menjadi cawapres Prabowo Subianto dengan membayarkan mahar.

Andi menambahkan, Sandiaga merayu Gerindra‎, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan juga Partai Amanat Nasional (PAN) dengan imbalan uang sebesar Rp 500 miliar agar bisa memuluskan langkahnya menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Menurut Andi, Prabowo dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan pada Selasa (7/8) malam dengan adanya kesepakatan-kesepakatan. Namun semuanya berubah hanya dalam hitungan jam.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up