JawaPos Radar

Dinomin Air Jatuh, 2 Warga Makassar Jadi Korban

13/08/2018, 10:59 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pesawat Jatuh, Dinomin Air
H Bollo, saudara Jamaluddin memberikan keterangan di rumah duka, Jalan Antang Raya, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Senin (13/8). (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pesawat jenis PK-HVQ Tipe PAC 750XL ditemukan jatuh di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Minggu (12/8). Pesawat itu milik PT Martha Buana Abadi. Sebelum ditemukan jatuh, pesawat sempat hilang kontak sejak Sabtu (11/8) siang.

Dari sembilan orang penumpang, dua orang diantaranya merupakan warga, Jalan Antang Raya, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka adalah Jamaluddin, 42, dan anaknya Jumaidi, 12.

Jumaidi sendiri merupakan satu-satunya korban yang ditemukan selamat. Ayahnya serta 7 penumpang lain diinyatakan meninggal dunia. Korban tewas adalah Lessie (pilot), Wayan Sugiarta (Co-pilot), Sudir Zakana (penumpang), Martina Uropmabin (penumpang), Hendrikus Kamiw (penumpang), Naimus (penumpang) dan Lidia Kamiw (penumpang).

H Bollo, kakak kandung Jamaluddin mengaku mendapatkan kabar terkait jatuhnya pesawat dari saudaranya di Tanah Merah, Kabupaten Boven Diguel, Papua. Kabar diterima tepat pada hari hilang kontaknya pesawat.

"Adik saya yang satu telpon. Kalau ini Jamaluddin sama anaknya Jumaidi jatuh pesawatnya. Jadi saya bilang kalau nggak mungkin lagi hidup itu kalau jatuh pesawat," terang Bollo di rumah duka, Jalan Antang Raya, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Senin (13/8).

Jamaluddin merupakan anak keenam dari 12 bersaudara. Sebagian besar saudaranya merantau ke luar Sulsel untuk mencari nafkah. Jamaluddin sedang mengurus pekerjaan lanjutannya di sebuah proyek di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Jamaluddin bersama anak dan istrinya sudah sekitar tiga tahun merantau di Kabupaten Tanah Merah bersama saudara yang lain. "Jadi dia mau menyeberang. Kebetulan dia dapat lagi perkerjaan di sana. Kalau istrinya tetap di Tanah Merah, berjualan di SMA di sana," ucapnya.

Setelah menerima perkembangan informasi lanjutan terkait jatuhnya pesawat, Bollo kemudian mendapatkan kabar bahwa ada satu korban selamat. Bollo tak menyangka jika yang selamat adalah kepokannya Jumaidi yang merupakan anak ketiga dari Jamaluddin.

"Saya kaget di situ, ternyata alhamdulillah selamat, saya tidak sangka. Alhamdulillah juga karena cepat ditemukan itu pesawat pas habis jatuh," ujarnya dengan sesekali mengusap air matanya.

Informasi yang diterima dari tim penyelamat dan keluarganya di sana, jenazah Jamaluddin akan diberangkatkan ke Makassar. Sementara untuk Jumaidi, kini masih dalam perawatan medis. Kondisi fisiknya masih cedera serius usai jatuhnya pesawat.

"Dari keluarga sama yang selamatkan juga bilang kalau sudah semua jenazahnya dimandikan. Sudah dibersihkan, tinggal tunggu mau diberangkatkan. Karena mau dikubur di sini," tambahnya.

Dimonin Air diketahui terbang dari Bandara Tanah Merah Kabupaten Boven Diguel menuju Bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang. Sekitar Pukul 14.17 WIT, Pesawat Dimonin Air melakukan kontak komunikasi dengan pihak Tower Bandara Oksibil.

Keterangan dari pihak Tower Bandara Oksibil, Pesawat Dimonin Air seharusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil pada pukul 14.30 WIT. Namun pesawat hilang kotak dan belum diketahui keberadaannya.

Pihak Tower Bandara Oksibil, TNI, Basarnas Kabupaten Pagubin, Pemda Oksibil dan Kepolisian lantas mencari keberadaan pesawat. Hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi jatuh.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up