JawaPos Radar

Sulap Bekas Penjara jadi Pariwisata, Crown Group Diberi Penghargaan

13/08/2018, 10:02 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Sulap Bekas Penjara jadi Pariwisata, Crown Group Diberi Penghargaan
V by Paramatta Crown Group (istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Perusahaan properti yang berbasis di Austalia, Crown Group mendapatkan penghargaan 2018 UDIA NSW Mixed-Use Award untuk menara hunian dengan 514 unit apartemen, V by Crown Group. Penghargaan ini diberikan lantaran Crown Group dapat menyulap kawasan situs Paramatta menjadi wilayah pariwisata ikonik di New South Wales, Australia.

CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito mengatakan penghargaan bergengsi ini mengapresiasi dedikasi perusahaan dalam menciptakan pengembangan hunian yang ikonik untuk situs tersebut. Berlokasi di jantung Parramatta, V by Crown Group disebut sebagai 'Sepotong Indonesia di Parramatta' karena banyak elemen dalam proyek perumahan ini terinsiprasi oleh alam Bali dan Kalimantan, sementara bahan baku baja yang digunakan untuk dua buah pilar 'V' yang berdiri kokoh di area lobi didatangkan dari Cilegon, Banten, Indonesia.

"Penghargaan ini merupakan pengakuan atas desain unik V by Crown Group, sebuah pengembangan yang mencerminkan masa lalu, sekarang dan masa depan," kata Sunito dalam keterangannya, Senin (13/8).

Iwan mengungkapkan keinginannya untuk menggunakan desain inovatif daripada hanya mengikuti desain yang sudah ada. Penghargaan ini memberi pengakuan terhadap yang terbaik dalam pembangunan perkotaan di seluruh NSW dan ACT (Wilayah Ibu Kota Australia) dan para pemenang dipilih karena komitmen mereka yang menonjol untuk keunggulan dalam kategori masing-masing.

"Setelah lebih dari 20 tahun pertumbuhan, kami terus berusaha untuk menciptakan desain arsitektur pemenang penghargaan di langit Sydney," tegasnya.

Dirancang oleh arsitek internasional Allen Jack+Cottier (AJ+C) bekerja sama dengan arsitek kelahiran Jepang, Koichi Takada, V by Crown Group menampilkan dua kolom berbentuk V menjadi daya tarik pintu masuk utamanya di sudut jalan Macquarie dan Marsden di Parramatta.

Proyek hunian senilai Rp 3 triliun ini melibatkan pelestarian sejumlah elemen kunci dari sejarah dan budaya Parramatta, termasuk sisa-sisa penjara yang ditemukan selama penggalian dan ditampilkan secara unik dan canggih untuk publik di area pameran yang terletak di lokasi yang sama.

Diberi nama 'The Philip Ruddock Heritage Centre', pusat sejarah ini dibuka secara resmi untuk umum oleh NSW Premier, Gladys Berejikilian, bersama dengan Walikota Hornsby dan mantan anggota untuk Parramatta, Philip Ruddock serta CEO Crown Group, Iwan Sunito pada Desember 2017.

"V by Crown Group memiliki salah satu pusat preservasi sejarah terbesar yang terintegrasi dengan hunian vertikal di Australia," kata Iwan.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up