JawaPos Radar

Cek Tekanan Darah, Sebaiknya di Tangan Kanan atau Kiri?

13/08/2018, 08:00 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
cekt tekanan darah, cara gunakan tensimeter, Hipertensi, serangan jantung, stroke, dampak dari stroke, penyebab stroke, penyebab penyakit jantung,
Ilustrasi pengecekan tekanan darah. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Mengukur tekanan darah seringkali hanya dilakukan pada satu lengan. Maka banyak orang bertanya, memasang tensimeter untuk mengecek tekanan darah sebaiknya dilakukan di tangan kanan atau tangan kiri?

Ternyata mengukur tekanan darah lebih baik dilakukan di kedua tangan. Bergantian kanan dan kiri. Namun bicara soal hasil, tentu dipengaruhi faktor lain seperti posisi duduk dan berbaring.

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH) dr. Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, menegaskan tak masalah mengukur tekanan darah di lengan kanan ataupun lengan kiri asal perbedaan hasil sistolik dan diastolik tak boleh lebih dari 10-15. Maka harus diukur dua hingga tiga kali dengan jeda waktu untuk melihat perbedaan hasilnya.

"Sama saja kanan dan kiri asal tidak lebih jauh perbedaannya. Tak lebih dari 10-15 mmHg. Jika memang tak terlalu berbeda, berarti hanya perbedaan sesaat saja. Di Eropa tangan kiri lebih sering untuk diukur, tetapi di Indonesia tangan kanan lebih sering," ungkapnya dalam diskusi bersama PT Omron Healthcare baru-baru ini.

Pada saat dilakukan pengukuran, tekanan darah pada kedua lengan mungkin menunjukkan angka yang berbeda, baik pada pengukuran sistol (angka atas) maupun diastol (angka bawah). Namun, jika perbedaan tekanan darah pada kedua lengan terlalu besar dan terus-menerus, bisa dihubungkan penyebabnya karena pembuluh darah tersumbat atau tertutup lemak.

Lalu seberapa sering seseorang harus mengecek tekanan darah? Menurur dr. Tunggul, jika memang tekanan darahnya belum terkontrol maka harus sesering mungkin. Hal itu untuk mengetahui trial efek obat 1-2 minggu. Tetapi jika sudah terkontrol, setiap kali kunjungan dokter sudah cukup.

"Namun orang-orang bisa memonitor tekanan darahnya sendiri di rumah. Ada yang namanya variasi tekanan darah. Bisa dari hari ke hari jam ke jam. Untuk mengukur tekanan darah di rumah paling tidak 2 kali. Bangun tidur belum beraktivitas, dan kedua menjelang tidur dalam kondisi istirahat rileks," paparnya.

Kemudian, dr. Tunggul menyarankan agar hasil cek tekanan darah di rumah dicatat secara mandiri selama sepekan. Sehingga hasilnya bisa dilaporkan kepada dokter yang merawatnya setiap kali kunjungan sebagai evaluasi.

(ika/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up