JawaPos Radar

5 Fakta Penting Seputar Hipertensi yang Perlu Diketahui

13/08/2018, 07:21 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Hipertensi, serangan janung, stroke, dampak dari stroke, penyebab stroke, penyebab penyakit jantung,
Pengecekan tekanan darah untuk mencegah hipertensi. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Tekanan darah tinggi sering disebut pembunuh diam-diam (silent killer) karena tidak menimbulkan gejala. Kuncinya adalah pola hidup sehat dan kendalikan pola makan. Jangan dianggap remeh sebab hipertensi merupakan salah satu faktor pemicu penyakit jantung koroner.

Ada beberapa fakta penting yang jarang diketahui masyarakat seputar hipertensi. Ketua Panitia May Measurement Month tahun 2017 dan 2018, dr. Bambang Widyantoro, Sp.JP, PhD menjelaskan berbagai fakta dan data seputar hipertensi.

"Banyak orang yang belum pernah mengukur tekanan darahnya sekalipun. Data penduduk Indonesia populasi ada 250 juta. Dan ini tugas berat," katanya dalam diskusi bersama PT Omron Healthcare baru-baru ini.

Hipertensi, serangan janung, stroke, dampak dari stroke, penyebab stroke, penyebab penyakit jantung,
Hipertensi berpotensi menyebabkan serangan jantung. (Istimewa)

1. Saat Mengukur Tekanan Darah

Masyarakat kini bisa mengukur tekanan darah sendiri di rumah dengan alat tensimeter yang sudah dapat diperoleh. Sebelum mengecek sebaiknya tidak merokok, tidur cukup, dan tidak minum kafein.

2. Hasil Bisa Berbeda Ketika Mengukur di Rumah dan Klinik

Barangkali saat datang ke klinik atau rumah sakit untuk dicek tekanan darahnya, pasien masih dalam keadaan lelah atau tegang karena alat tensimeter baru dipasang. Atau posisi duduk, tidur, dan berdiri pun bisa berbeda. Sehingga hasilnya bisa lebih tinggi dari hasil mengecek di rumah.

Itu sebabnya perlu dilakukan mengukur ulang kedua dan ketiga. Ketika itu dilihat selisih rata-rata tekanan darah. Itulah yang mencerminkan tekanan darah akurat.

3. Data Penting Seputar Pasien Hipertensi

Ada 8 ribu orang dewasa yang baru tahu bahwa tekanan darahnya naik. Bisa disebabkan karena sebelumnya, terakhir mengukur dalam kondisi normal atau belum pernah mengukur sama sekali. Dan ada sekitar 20 ribu orang yang sudah tau kena hipertensi dan konsumsi obat.

Data lainnya, 1 dari 3 orang dewasa terkena hipertensi atau 25-31 persen sesuai dengan Riskesdas. Kemudian 1 dari 10 orang baru pertama kali tahu atau belum pernah mengukur. Serta 1 dari 6 orang dewasa sudah minum obat tekanan darah tinggi, tetapi tekanan darahnya juga belum terkontrol dengan baik.

4. Korelasi Tingkat Pendidikan dan Hipertensi

Tingkat pendidikan berkorelasi pada tingginya tekanan darah. Semakin baik pendidikan seseorang, ternyata tekanan darahnya akan semakin baik atau terkontrol. Misalnya, banyak orang di desa yang sebetulnya menerapkan gaya aktivitas sehat dengan bertani dan bergerak lebih banyak dibanding orang di kota. Namun karena banyak mengonsumsi natrium lewat ikan asin, bisa saja tekanan darahnya tak terkontrol.

5. Cegah Hipertensi

Mulai saat ini cegah hipertensi dengan stop merokok, terapkan pola makan sehat, atasi stres, dan beraktivitas fisik serta olahraga teratur. Lalu rutin mengukur tekanan darah di rumah misalnya saat pagi hari dan sebelum tidur.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up