JawaPos Radar

Tingkatkan Produksi Bawang Putih, Intensifkan Program Kemitraan

12/08/2018, 23:02 WIB | Editor: Imam Solehudin
Bawang Putih
Salah satu lahan bawang putih di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kabupaten Cianjur memiliki potensi lahan hortikulutra yang cukup luas. Salah satunya di kawasan Perkebunan Maleber yang berada di ketinggian 1200 mdpl.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto mengungkapkan, Cianjur memiliki potensi wilayah mencapai ribuan hektar. Perkebunan ini cocok digunakan untuk pertanaman bawang putih dilihat dari ketinggian tempat, sumber air dan kondisi agroklimat.

"Kecocokan ini memberi peluang sangat lebar untuk kerjasama antara pihak perkebunan, importir dan kelompok tani," kata dia ketika melakukan pertemuan tripartit belum lama ini.

Prihasto menjelaskan, Cianjur memiliki histori tanam bawang putih sejak tahun 90-an dan menghilang setelah keran impor dibuka bebas. Bawang putih lokal tidak mampu bersaing dengan impor karena harga sangat murah.

"Lambat laun pertanaman bawang putih di Cianjur pun ditinggalkan. Tapi sekarang mulai bangkit lagi, seiring adanya program kemitraan," jelas dia.

Prihasto kembali mengingatkan untuk mengedepankan kemitraan dengan aturan main yang saling menguntungkan. “Jangan ada eksklusivime di Cianjur ini yang membuat perbedaan mencolok dengan apa yang diterapkan oleh kabupaten lain. Jika masih dilakukan, maka Cianjur akan kita tinggal,” tegasnya.

Dirinya berharap kemitraan dapat berjalan dengan adil karena pemerintah harus mengayomi semua pihak. Dalam kemitraan di Cianjur disepakati bahwa importir memberikan benih senilai Rp 20 juta dan saprodi Rp 15 juta.

Sedangkan petani kontribusi kepada tenaga kerja, sewa lahan dan pupuk kandang. Pihak perkebunan sendiri menyediakan lahan pertanaman. "Sistem bagi hasil yaitu 70:30 bagi petani," cetusnya.

Sejak dicanangkan program swasembada bawang putih tahun 2021, salah satu faktor krusial untuk mendukung kesuksesan program ini yaitu ketersediaan lahan. Kementan merilis kebutuhan lahan seluas 80 ribu hektar untuk mencukupi konsumsi langsung dan benih.
"Penerapan wajib tanam dan produksi bagi importir yang diterapkan sejak tahun 2017 memberikan dinamika tersendiri dalam menarik minat petani untuk kembali menanam bawang putih," beber Prihasto.

Dalam dana APBN 2018, Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan Program Swasembada Bawang Putih 2021 seluas 5.943 hektar lebih dalam bentuk bantuan benih, pupuk dan sarana produksi pendukung lainnya.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up