JawaPos Radar

KH Ma'ruf Amin Dinilai Mustahil Dongkrak Suara Jokowi di Ranah Minang

12/08/2018, 20:26 WIB | Editor: Yusuf Asyari
KH Ma'ruf Amin Dinilai Mustahil Dongkrak Suara Jokowi di Ranah Minang
Capres Joko Widodo dan Cawapres KH Ma'ruf Amin (Kokoh/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Terpilihnya Ketua MUI KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Joko Widodo dinilai tidak berdampak di Sumatera Barat dalam Pemilu 2019 mendatang. Diprediksi Ma'ruf tidak memberi banyak kontribusi untuk mendongkrak suara di Sumbar yang dianggap 'zona merah' oleh relawan Jokowi.

Hal itu disampaikan Imam Front Pembela Islam (FPI) Sumbar Buya Muhammad Busra Alkhalidy. Dia menilai, suara Jokowi akan anjlok seperti Pilpres 2014 silam, meski didampingi ulama KH Ma'ruf Amin.

Salah satu penyebabnya, kata dia, Ketua MUI Pusat membolehkan konsep 'Islam Nusantara' yang jelas-jelas ditentang Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar beberapa waktu lalu.

KH Ma'ruf Amin Dinilai Mustahil Dongkrak Suara Jokowi di Ranah Minang
Imam FPI Sumbar Buya Muhammad Busra Alkhalidy (Riki Chandra/JawaPos.com)

"Tidak. Justru suara Prabowo-Sandi yang akan menguat. Sebab umat Islam Sumbar sudah terluka oleh beliau (Ma'ruf Amin) soal dibolehkannya konsep Islam Nusantara," kata Buya Busro, Minggu (12/8).

Meski demikian, Busro tetap menghargai KH Ma'ruf Amin sebagai ulama dan menghormati ijtihad politik yang dipilihnya. Namun, soal pilihan, ia berpendapat, pemilih si Sumbar adalah pemilih cerdas.

"Mustahil terjadi (peningkatan suara Jokowi). Pemilih Sumbar adalah pemilih cerdas, bukan pemilih taqlid dan turut-turutan," tegasnya.

Seperti diketahui, sejak menjabat Presiden Indonesia, terhitung sudah lima kali Joko Widodo mengunjungi Sumatera Barat (Sumbar) hingga Mei 2018 lalu. Konon, ngebetnya Jokowi ke Ranah Minang didasari kekalahan telaknya saat Pilpres 2014 silam.

Sejumlah proyek infrastruktur pun diresmikan mantan Gubernur DKI itu. Mulai dari ground breakingli tol Padang-Pekanbaru, peresmian Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) hingga janjinya merevitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan.

Pengamat politik Sumbar, Asrinaldi justru memiliki pandangan berbeda. Munurutnya, rentetan kunjungan Jokowi ke Sumbar justru akan berdampak positif untuk mendongrak anjloknya perolehan suara Jokowi saat Pilpres 2014 silam. Apalagi, tidak sedikit program pembangunan infrastruktur yang "dihalau" Jokowi ke Ranah Minang.

"Masyarakat Sumbar tentu punya pertimbangan dalam memilih Presiden dan Wapres. Memang, 2014 lalu, Jokowi mendapat dukungan rendah. Tapi, perhatian Jokowi akhir-akhir ini pada masyarakat Sumbar akan mempengaruhi pilihan masyarakat," terang Asrinaldi saat dimintai tanggapannya tentang sosok Jokowi pada JawaPos.com, Jumat (10/8).

Begitu juga soal basis, Sumbar dikenal kental memiliki warga Muhammadiyah. Sedangkan sang Cawapres Ma'ruf Amin yang diusung Jokowi adalah tokoh sepuh Nahdlatul 'Ulama (NU).

"Yang dilihat masyarakat Sumbar tentunya Jokowinya. Walaupun Sumbar mayoritas Muhammadiyah, tapi high politic elite Muhammadiyah tidak mengarahkan anggotanya untuk memilih selain Jokowi," sebut doktor sekaligus pengajar politik di Universitas Andalas (Unand) itu.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up