JawaPos Radar

LRT Kelapa Gading Batal Digunakan Saat Asian Games 2018

12/08/2018, 19:15 WIB | Editor: Yusuf Asyari
LRT Kelapa Gading Batal Digunakan Saat Asian Games 2018
Ilustrasi, LRT rute Kelapa Gading tidak bisa digunakan saat Asian Games 2018 (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Moda transportasi light rail transit (LRT) Jakarta fase I rute Kelapa Gading-Velodrome batal digunakan saat Asian Games 2018. Infrastruktur moda berbasis rel itu progresnya baru mencapai kisaran 87-95 persen.

Direktur Proyek LRT Jakarta PT Jakpro Iwan Takwin mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam melakukan uji coba operasi sebagai persyaratan untuk mendapat sertifikasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Setelah itu, baru operasi normal dapat dilaksanakan.

Menurutnya, LRT bukan transportasi yang akan digunakan para atlet ajang olahraga terbesar se-Asia itu. Melainkan ada bus-bus khusus dari Transjakarta sebagai sarana mobilitas baik atlet maupun ofisial.

“LRT Jakarta memang tidak dipakai untuk atlet, karena untuk atlet sudah disiapkan bus khusus yang akan mengangkut dari Wisma Atlet Kemayoran ke venue-venue Asian Games,” ujar Iwan saat dihubungi, Minggu (12/8).

Hal itu juga berdasarkan adanya batasan waktu maksimal dari Dewan Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia (OCA) yang menetapkan jarak tempuh ke venue terjauh, yakni selama 30-35 menit. “Sedangkan LRT fase I ini hanya dari Kelapa Gading ke Rawamangun,” kata dia.

Lagi pula, lanjutnya, baru dua stasiun yang dapat difungsikan pada uji operasi 15 Agustus mendatang, antara lain Stasiun Boulevard Utara dan Stasiun Velodrome. “Baru dua stasiun dengan empat trainset (rangkaian kereta),” sebutnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut LRT memang tidak digunakan untuk Asian Games 2018. Dia ingin mengutamakan keselamatan pengguna dibanding kecepatan proyek.

“Yang penting keselamatan. Bukan tanggalnya. Itu memang enggak dipakai untuk kegiatan Asian Games. Nggak dipakai,” ungkap Anies, Sabtu (11/8).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menjelaskan, bus-bus yang disediakan sudah cukup untuk mengangkut para atlet dan ofisial. Sehingga, LRT tidak diperlukan lagi.

“Itu yang saya tanya pada aparat untuk apa LRT? Untuk apa? Itu untuk mana ke mana coba? Ke mall? Ngapain atlet ke mall?” tandasnya.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up