JawaPos Radar

Pemko Medan Minta Aplikasi Belanja Online Lirik IKM

12/08/2018, 18:00 WIB | Editor: Budi Warsito
Pemko Medan Minta Aplikasi Belanja Online Lirik IKM
CEO Bukalapak Achmad Zacky (kiri) dan Kadis Perdagangan Syarif Armansyah Lubis (kanan) saay hadir dalam acara ulang tahun ke-3 komjnitas pelapak Bukalapak Kota Medan, Minggu (12/8). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pada era teknologi seperti saat ini, segala urusan mudah untuk dikerjakan. Tak hanya dalam bekerja, begitu juga dengan urusan belanja.

Untuk urusan belanja, hadirnya perdagangan elektronik atau e-commerce membuat semua orang mudah untuk mendapatkan barang yang didapatnya tanpa harus capek-capek mendatangi toko. Kemudahan itu tak hanya dirasakan oleh pembeli, tapi juga penjual.

Apalagi dengan hadirnya platform aplikasi daring (online). Tak hanya di Kota Medan, banyak pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia yang terbantu untuk memasarkan produknya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis mengatakan, Pemetrintah Kota (Pemko) Medan menyambut baik banyaknya platform belanja online yang bermunculan.

Ia berharap, aplikasi-aplikasi itu bisa melirik sektor Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kota Medan. Karena kebanyakan para IKM itu adalah usaha rintisan atau yanb baru saja tumbuh.

"IKM ini kan yang baru tumbuh. Mereka masih bingung akan memasarkan produknya ke mana," kata Syarif Armansyah, saat hadiri Ulang Tahun ke 3 komunitas Pelapak Bukalapak Kota Medan, Minggu (12/8) di Medan.

Ia menjelaskan, saat ini Kota Medan punya 200 IKM. Kebanyakan dari para pelaku IKM ini, masih belum memahami soal pemasaran produk lewat online.

Sementara itu, CEO Bukalapak, Achmad Zaky mengungkapkan, pihaknya akan menindak lanjuti apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Perdagangan Kota Medan.

"Kita akan segera tindak lanjuti itu Pak," jekas Achmad Zaky.

Ia menjelaskan, saat ini di Medan tercatat ada 60 ribu pelaku usaha yang terdaftar punya akun di salah satu aplikasi belanja online Bukalapak. Termasuk juga sektor UKM.

Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu melanjutkan, data itu diperoleh mulai tiga tahun terakhir sejak Bukalapak dibuka. "Dalam skala nasional Medan termasuk lima besar pelapak yang paling banyak," kata Achmad Zacky.

Menurut dia, kehadiran aplikasi belanja daring sudah cukup memberikan kesempatan UKM untuk mengembangkan usahanya. Dengan aplikasi daring, para pelauu UKM bisa memasarkan produknya tanpa batasan waktu dan tempat.

Konsumen bisa langsung melihat preview produk yang dijual tanpa harus berjumpa lebih dulu dengan si penjual.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up