JawaPos Radar

Kata Luhut, Ahok Ingin Jadi Jurkam Jokowi - Ma'ruf di Pilpres 2019

12/08/2018, 16:50 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan memastikan, Ahok tidak marah dengan dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi. (Miftahul/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunjuk Ma'ruf Amin sebagai cawapres belakangan ini menuai pro kontra para pendukung Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Pasalnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu pernah menjadi salah satu saksi yang memberatkan mantan Gubernur DKI Jakarta dalam kasus penodaan agama. Banyak Ahoker pun kecewa dan mengancam golput di Pilpres 2019.

Pro kontra ini pun lantas dibantah oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. Dia memastikan, Ahok tidak marah dengan dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi. Bahkan, kata dia, mantan suami Veronica Tan itu bersedia mendukung pasangan tersebut. 

"Ada yang bilang Pak Ahok marah katanya, faktanya kemarin Ahok tulis surat ke saya. Bilang saya senang pak. Kalau saya keluar dari penjara saya pingin juga ikut jadi juru kampanye (Jurkam) nanti di tim pemenangan," kata Luhut di Hotel Borobudur, Minggu (12/8).

Diketahui, sejumlah Ahoker sudah ancaman tak memilih di pilpres (golput) telah banyak beredar di media sosial. Karena itu, Luhut meminta Ahokers untuk tetap solid mendukung pilihan Jokowi. 

"Jadi untuk ahokers-ahokersnya saya pikir kemarin malah si Amelia dan Singgih itu juga sudah bertemu dengan Pak Ahok mereka mengatakan saya mendukung Kiai Ma'ruf Amin," ungkapnya. 

Menurut Luhut, terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi dapat diambil sisi positifnya. Khususnya mengenai komitmen bersama untuk menjaga NKRI. 

"Semua kita bisa berbeda waktu yang lalu, tapi semua kalau melihat untuk kebaikan NKRI kita buang perbedaan-perbedaan kita untuk kepentingan nasional untuk NKRI. Jadi NKRI itu harga mati," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up