JawaPos Radar

Tangisan Alfia, Bayi Piatu Korban Gempa 7 SR Lombok

12/08/2018, 16:21 WIB | Editor: Ilham Safutra
Tangisan Alfia, Bayi Piatu Korban Gempa 7 SR Lombok
Saiful Zohri, 38 bersama bayinya Alfi yang kini menjadi piatu. Alfi ke depan mendapatkan bantuan ASI dari ibu donor dari Mataram. (Istimewa ACT for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Meski gempa 7 skala richter (SR) yang mengguncang Lombok dan sekitarnya sudah sepekan berlalu, namun penanganan terhadap korban belum selesai. Terutama terhadap bayi, balita, dan anak-anak. Ada tangis pilu yang belum terobati akibat gempa besar yang terjadi pada Minggu (5/8) malam itu.

Rima Alfia Fitri, bayi delapan bulan itu baru saja diam. Sebelumnya dia menangis yang tak henti-henti. Sejak gempa 7 SR yang mengguncang Lombok, dia tidak lagi mendapatkan ASI. Gempa yang terjadi selepas azan isya itu telah merenggut nyawa ibunya, Erni Sukmawati, 28. Tak ayal kini putri cantik jelita itu jadi piatu. "Kini tiga anak aku jadi piatu," ungkap Saiful Zohri, 38, ayah Alfia.

Warga warga Dusun Dangiang Timur, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara tersebut bercerita, ketika itu dia sedang berada di luar rumah sembari berbincang dengan tetangga. Lantas dalam hitungan detik, tiba-tiba ada goncangan besar dirasakannya.

Tangisan Alfia, Bayi Piatu Korban Gempa 7 SR Lombok
Saiful Zohri, 38 bersama bayinya Alfi yang kini menjadi piatu. Alfi ke depan mendapatkan bantuan ASI dari ibu donor dari Mataram. (Saiful Zohri, 38 bersama bayinya Alfi yang kini menjadi piatu. Alfi ke depan mendapatkan bantuan ASI dari ibu donor dari Mataram.)

Pikiran Zohri meyakini itu adalah gempa. Seketika itu dia langsung berlari ke dalam rumah. Instingnya langsung tertuju ke semua anggota keluarga. Menyelamatkan mereka, istri Erni Sukmawati dan tiga buah hatinya.

Beruntung saat kejadian itu anak sulungnya berhasil menyelamatkan diri dengan keluar rumah. Anak keduanya berhasil digendong Zohri. Sementara Rima Alfia Fitri, anak bungsunya berhasil digendong sang istri, Erni Sukmawati.

Sayangnya sebelum berhasil keluar dari rumah, punggung Erni Sukmawati tertimpa bahan bangunan. “Ketika gempa itu saya di belakang almarhum ibunya Alfia. Pas di depan mata saya. Balok bangunan teras menimpa punggung istri saya," ungkapnya sembari menahan air mata.

Saat kejadian itu Alfia--nama Rima Alfia Fitri, masih digendong istri Zohri. “Alfia saya selamatkan. Ibunya saya angkat dari runtuhan beton dan balok kayu. Setengah jam setelah itu, ibunya Alfia meninggal dunia," kenang Zohri.

Setelah kejadian itu Alfia dan dua saudaranya jadi piatu. Selain kehilangan ibu, untuk Alfia sangat membutuhkan bantuan ASI. Selama ini ASI itu didapatkan dari ibunya.

Kabar bayi Alfia ini diketahui relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sabtu (11/8), tim medis ACT yang dipimpin dr. Muhammad Riedha bergerak ke rumah orang tua Alfia. Usai melihat kondisinya, relawan ACT pun mencarikan ibu pendonor ASI.

Tidak butuh waktu lama untuk mencari pendonor ASI. Tim Medis ACT mendapat pendonor dari seorang ibu asal Kota Mataram. Ikhtiar pun dilanjutkan dengan membawa ASI donor bertemu pertama kali dengan keluarga Alfia.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan pasokan ASI untuk Alfia. Seorang ibu di Mataram memiliki banyak stok ASI. Kami yang akan bertugas mengantarnya untuk Alfia di Dusun Dangiang Timur,” ujar dr Riedha.

Pendonor ASI untuk Alfia yakni Qhuatro, 26, istri Rizky Agus Prabowo, 31. Pasangan suami istri itu (pasutri) itu berasal dari Kota Mataram.

(iil/*/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up