JawaPos Radar

Kirim Bantuan Gempa, Muhadjir: Tendanya Bagus, Bukan Tenda Tentara

12/08/2018, 15:46 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menjamin kegiatan belajar siswa di daerah bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap dilaksanakan. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan 64 unit tenda yang bakal digunakan sebagai ruang kelas darurat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya akan mengirimkan bantuan kemanusiaan sesuai dengan fokus bidang pendidikan. "Sudah kirim tenda kelas darurat, untuk ruang belajar sebagai pengganti ruang kelas. Jumlahnya 64 unit kami kirim," ujarnya saat berkunjung ke Malang, Minggu (12/8).

"Tendanya bagus pake standar Unicef, jadi bukan tenda tentara. Tenda tentara sumpek, itu tendanya memang cocok untuk ruang belajar mereka," lanjutnya. Selain itu, pihaknya juga mengirimkan seragam dan buku pelajaran yang dikirimkan langsung dari Jakarta. 

Berdasarkan catatan, semenjak kejadian bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada Minggu (29/7) lalu, setidaknya ada sebanyak 534 sekolah yang rusak, mulai dari SD-SMA. Muhadjir mengatakan, untuk pembangunan kembali sekolah-sekolah itu, nantinya akan dilakukan oleh Kementerian PUPR. 

"Kemendikbud hanya menjamin, memastikan bahwa siswa tetap belajar meski sekolah tidak bisa digunakan. Karena itu kami siapkan ruang kelas darurut berupa tenda," terangnya. Selanjutnya, lanjut pria asli Malang itu, untuk jangka panjang, pemerintah akan membangun sekolah darurat atau semi permanen sebelum sekolahnya dibangun kembali. 

Sementara itu, terkait guru yang menjadi korban, saat ini masih didata. Kemendikbud pun mengirimkan guru yang berasal dari daerah lain sebagai upaya trauma healing. "Ada guru dari luar daerah yang di drop untuk menggantikan guru yang masih trauma," pungkasnya. (fis)

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up