JawaPos Radar

7 Perampok Rumah Potong Hewan Ditangkap, 2 Ditembak Mati

12/08/2018, 18:32 WIB | Editor: Yusuf Asyari
7 Perampok Rumah Potong Hewan Ditangkap, 2 Ditembak Mati
Ilustrasi, pelaku perampokan di Tangerang berhasil ditangkap polisi, dua ditembak mati (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Polisi berhasil membekuk tujuh perampok Rumah Potong Hewan (RPH) Karawaci di Kampung Panunggangan Barat, Cibodas, Jatiuwung, Kota Tangerang, setelah 25 jam melakukan perburuan. Dua dari tujuh pelaku terpaksa ditembak mati karena melawan.

Aksi perampokan tersebut melibatkan seorang petugas keamanan atau satpam RPH tersebut. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Harry Kurniawan mengaku, tujuh pelaku dicokok di dua lokasi berbeda di kawasan Goldland, Jalan Raya Palem Semi, Cibodas, Jumat dini hari (10/8).

Para pelaku masing-masing bernama Aris Gunawan, 34; Lili Sandra, 34; Mardani, 36; Rohman, 36; Firmansyah, 37; Zamawai, 38, dan Sobri, 38. Komplotan ini dibekuk usai membagikan uang hasil jarahan Rp 800 juta milik RPH Karawaci.

”Tempat persembunyian kawanan ini tidak jauh dari lokasi kejadian perampokan,” terangnya.

Harry menceritakan, tertangkapnya tujuh pelaku perampokan setelah pihaknya mencocokan sidik jari pelaku yang tertinggal di lokasi dan meneliti rekaman CCTV.

”Dua pelaku terpaksa kami tembak mati karena melawan. Keduanya Zamawai dan Sobri yang saat beraksi membawa pistol dan golok. Keduanya kami tangkap saat menyamar sebagai driver ojek online,” paparnya.

Dalam pengungkapan kasus perampokan itu, polisi mengungkap peran Firmansyah yang merupakan satpam RPH Karawaci. Firmansyah mengaku turut terlibat perampokan karena tergiur uang Rp 100 juta yang ditawarkan rekan-rekannya itu.

“Hampir tujuh tahun hidup pas-pasan. Gaji satpam berapa sih? Buat makan dan bayar kontrakan sudah habis. Yang nawarin perampokan kepada saya adalah Zamawai,” tuturnya.

Ditambahkan Firmansyah, untuk memuluskan aksi dia membuatkan denah memudahkan Zamawai Cs mengasak uang penjualan daging sapi senilai Rp 800 juta tersebut.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp800 juta, sebilah parang, sepucuk pistol rakitan dengan tiga peluru, enam telepon genggam, serta sebuah tas ransel dan dua jaket ojek daring.

Kelima pelaku dijerat Pasal 365 KUHP Ayat (1) tentang Pencurian dengan Kekerasan yang diancam penjara maksimal 15 tahun.

(yuz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up