JawaPos Radar

Bukan Soal Uang Mahar, Ini yang Diminta PAN ke Sandiaga

12/08/2018, 14:26 WIB | Editor: Imam Solehudin
Prabowo Sandiaga Uno
Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ketika mendaftar ke KPU, Jumat (10/8). PAN membantah soal kabar adanya mahar Rp 500 miliar dari Sandi (Issak Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo menegaskan bahwa Sandi selaku bakal calon wakil presiden tidak pernah memberikan uang mahar untuk bisa mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

"Sampai pencalonan tidak ada satu sen pun yang diberikan Sandi kepada PAN," kata Drajad kepada JawaPos.com, Minggu (12/8).

Bukan persoalan polemik uang mahar yang diperbincangkan PAN kepada Sandi. Namun, PAN ingin Sandi keluar dari Partai Gerindra.

"Malah yang kita bicarakan betul apakah Sandi bisa keluar dari Gerindra dan masuk PAN," ucapnya.

Namun Drajad tidak menampik jika Sandi ingin merogoh kocek demi membantu kebutuhan logistik kampanye.

"Bukan hanya Sandi, semua anggota tim sukses yang mampu secara finansial juga akan patungan keluar uang untuk kampanye," paparnya.

Sebab anggaran tersebut diperuntukan untuk kepentingan kampanye, seperti membuat atribut, kaus, dan biaya keperluan lainnya. "Membuat kaus dan lain-lain kan perlu biaya," pungkasnya.

Sebelumnya, terdapat opini bahwa Sandi menjelaskan adanya pemberian uang mahar. Pernyataan itu merujuk pada cuitan Andi Arief yang menduga Sandiaga memberikan yang mahar sebesar Rp 500 miliar.

Dalam kesempatan usai pertemuan di kediaman Soetrisno Bachir, mahar Rp 500 miliar tersebut akan digunakan sebagai dana kampanye. Oleh sebab itu, Sandi berniat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berkonsultasi terkait rencana penggunaan dana yang diduga sebagai mahar tersebut.

(ce1/rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up