JawaPos Radar

Vidiadhar Surajprasad Naipaul Tutup Usia, Banyak yang Kehilangan

12/08/2018, 13:11 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Vidiadhar Surajprasad Naipaul, VS Naipaul meninggal, Novelis Vidiadhar Surajprasad Naipaul.
Mendiang Vidiadhar Surajprasad Naipaul. (BBC)
Share this image

JawaPos.com - Novelis Vidiadhar Surajprasad Naipaul meninggal dunia pada usia 85 tahun di rumahnya di London. Sir Vidiadhar adalah seorang novelis yang lahir di pedesaan Trinidad pada tahun 1932. Dirinya dikenal dengan karya-karyanya yang epik seperti A Bend in the River dan mahakaryanya, A House for Biswas.

Penulis yang telah merampungkan lebih dari 30 buku itu memenangkan hadiah Booker pada 1971 dan hadiah Nobel dalam literatur pada 2001. Istri Naipul menyebutnya dengan panggilan 'raksasa' dalam segala hal.

Dia juga mengatakan bahwa orang-orang yang dicintai suaminya semasa hidup datang memberi penghormatan terakhir kepada Vidiadhar. Semasa hidupnya Vidiadhar dikenal sebagai pribadi yang penuh kreativitas luar biasa.

Seorang Editor Mail on Sunday sekaligus teman dekat Vidiadhar, Geordie Greig, mengatakan bahwa pulangnya Vidiadhar meninggalkan jejak mendalam dalam warisan sastra Inggris. Tidak ada keraguan bahwa buku-bukunya akan tetap hidup.

Kabar duka tersebut kemudian mendatangkan banyak ungkapan duka cita. Para penggemar bahkan memberi penghormatan kepada Sir Vidia dan mengungkapkan kesedihan mereka.

Penulis Anand Giridharadas mengatakan bahwa dia belajar banyak dari novelis legendaris tersebut. Sementara penulis Jeet Heer menyebut Vidiadhar sebagai novelis kuat dan paling dekat mendekati Conrad dan bahkan bayangan Dickens.

"Tidak ada yang menginspirasi saya untuk membaca kecuali Naipaul," katanya. "Novelnya yang bertajuk A House for Biswas tinggal di ingatan saya sebagai memori selama 30 tahun lebih," begitu tulis para penggemar di media sosial Twitter seperti dilansir BBC, Minggu (12/8).

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up