JawaPos Radar

Ramai Pembengkakan Tagihan Telkomsel, PT Telkom: Ini Perlu Dipelajari

12/08/2018, 12:57 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Telkomsel
MEMBENGKAK: Arif Daryanto salah seorang pelanggan provider Telkomsel menunjukkan bukti pembayaran tagihan, Rabu (8/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jajaran PT Telkom Regional IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengaku tak tahu menahu soal kasus pembengkakan tagihan kartu pascabayar provider Telkomsel yang terjadi di Solo. Peristiwa ini baru akan didalami.

Executive Vice President PT Telkom Regional IV Jateng dan DIJ Joko Rahardjo mengaku baru mendengar kasus ini. Ia berjanji akan mengkonfirmasi perkara itu ke jajaran yang berwenang. Telkomsel sendiri sebagaimana diketahui bernaung di bawah Telkom Group

"Saya belum mendengar bab ini. Akan saya tanyakan," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (11/8) malam.

Meski menyebut bahwa pascabayar adalah layanan premium dan bisa saja memiliki tarif yang sedikit lebih mahal ketimbang lainnya, ia memastikan bahwa pihaknya tak menerapkan kebijakan-kebijakan yang lantas merugikan konsumen macam itu.

"Kita tak akan menerapakan aturan-aturan seperti itu. Tapi, saya tak akan bicara lebih dari ini karena memang saya belum tahu. Ini perlu dipelajari case by case," sambungnya.

Sementara itu, saat JawaPos.com menghubungi Corcom PT Telkomsel Cabang Semarang sudah ganti dan belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pelanggan provider Telkomsel di Kota Solo mengeluhkan tagihan layanan kartu pascabayar yang tiba-tiba membengkak. Tak main-main, pembengkakan bahkan ada yang mencapai 20 kali lipat. Dari per bulan hanya Rp 50 ribu menjadi Rp 1 juta.

Adapun kejanggalan lain dalam kasus ini. Dimana salah satu pelanggan bernama Siti Anggraini, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Solo, mengaku ada lima nomor asing yang ikut masuk dalam tagihannya.

Besaran tagihan lima nomor asing tersebut bervariasi. Ada yang Rp 150 ribu, Rp 350 ribu dan besaran lainnya. Sebelum tagihan tersebut muncul, Siti mengatakan, ada seseorang yang mengaku dari Telkomsel menghubunginya.

Petugas tersebut mengetahui secara detail mengenai dirinya. Sehingga dirinya pun percaya bahwa orang tersebut dari Telkomsel. 

Petugas tersebut awalnya memberikan informasi mengenai bonus poin yang akan didapatkannya. Dan setelah itu, malah muncul tagihan untuk pembayaran dengan lima nomor asing.

Kasus serupa juga dialami Arief Daryanto, seorang kontraktor asal Solo. Ia tidak menyangka jika tagihan per bulan yang ia bayarkan ke provider Telkomsel ternyata bukan hanya tagihan bulanannya saja. Melainkan juga tagihan kepada nomor atas nama salah satu PT yang ada di Jogjakarta.

Padahal, pembayaran ini sudah berlangsung lebih kurang tiga tahun, yakni sekira tahun 2015. Dan selama itu, Arief mengira jika tagihan bulannya hanya untuk nomor pascabayarnya. 

Diketahui pula bahwa total kelebihan pembayaran tagihan Arief mencapai lebih dari Rp 5 juta. Hal ini karena sudah berlangsung sejak beberapa tahun. Kemudian Arief pun meminta pihak Telkomsel untuk mengembalikan uang kelebihan tersebut secara cash.

Meski permasalahan antara Arief Daryanto dan Telkomsel akhirnya terselesaikan dengan adanya pengembalian kelebihan dalam tempo satu bulan ke depan, namun hingga kini belum ada penjelasan bagaimana kasus ini bisa terjadi dari pihak provider di Solo.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up