JawaPos Radar

Strategi Kubu Jokowi Agar Kampanye Capres Berefek ke Caleg

12/08/2018, 12:24 WIB | Editor: Ilham Safutra
Strategi Kubu Jokowi Agar Kampanye Capres Berefek ke Caleg
Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi. (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Panjangnya durasi kampanye di Pemilu 2019, baik untuk Pilpres dan Pileg, kubu pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin berusaha membuat langkah jitu. Langkah tersebut agar kampanye pilpres berbanding lurus dengan elektabilitas calon legislatif (caleg) dari masing-masing parpol pengusung.

Wasekjen PPP Ahmad Baidhowi, membuat partai-partai koalisi petahana harus berpikir keras untuk membuat program yang pas. Faktor keserentakan pemilu wajib dipertimbangkan sejak awal. "Maka, yang pertama adalah seluruh caleg dari partai koalisi wajib menyosialisasikan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," terangnya setelah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, kemarin (11/8).

Model kampanye tersebut, lanjut Awik (panggilan Baidhowi), akan lebih efektif dan bermanfaat bagi kedua pihak. Baik capres maupun caleg. Dampak elektoral kampanye capres itu diharapkan dapat mendongkrak elektabilitas caleg yang berkampanye.

Strategi Kubu Jokowi Agar Kampanye Capres Berefek ke Caleg
Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin (Miftahulhayat/Jawa Pos)

"Polanya berbeda, dinamika dan segmentasinya juga berbeda," lanjutnya.

Karena itu, salah satu strategi yang dijalankan adalah berupaya memperkuat keyakinan para pemilih tradisional. Di saat bersamaan, mencoba menggaet pemilih-pemilih muda lewat figur-figur yang ada di koalisi. Koalisi Jokowi memiliki sejumlah pemimpin muda seperti Grace Natalie, Diaz Hendropriyono, M. Romahurmuziy, dan Muhaimin Iskandar.

Para pemimpin muda itu disiapkan untuk meyakinkan pemilih-pemilih milenial. "Jangan dikira Jokowi-Ma'ruf Amin itu tidak laku di kalangan milenial," tutur Awik. Pemilih milenial tidak melihat faktor umur, melainkan penampilan dan gagasan yang bisa diterima kalangan tersebut.

Disinggung mengenai tim kampanye, Awik menjelaskan bahwa sembilan partai koalisi sudah mengajukan masing-masing tiga nama di luar Ketum dan Sekjen. Mereka bakal mengisi struktur tim kampanye. Lalu, ketua tim kampanye diserahkan sepenuhnya kepada Jokowi, Ma'ruf, dan para ketua umum.

Sosok ketua tim kampanye itu masih dibahas di internal paslon dan diperkirakan selesai dalam satu hingga dua hari ke depan. Meski belum terbentuk, kombinasi tim sukses sudah ada.

"Bahkan, saya berani menyebut nama, hurufnya M," ucapnya. Apakah M yang dimaksud adalah M. Jusuf Kalla atau Mahfud MD, Awik masih mengelak. Yang jelas, lanjut Awik, ketua tim kampanye haruslah orang yang berpengalaman dan berpengaruh.

Diketahui, KPU telah menetapkan bahwa masa kampanye dimulai pada 23 September dan berakhir pada 13 April. Itu berlaku baik untuk pileg maupun pilpres. Artinya, kampanye bakal berlangsung 6 bulan 21 hari. Atau secara keseluruhan berlangsung selama 203 hari. Dipotong enam hari libur nasional dan keagamaan, masa kampanye menjadi berjumlah 197 hari.

Masa kampanye tersebut jauh lebih panjang bila dibandingkan dengan Pemilu 2014. Sebagai gambaran, masa kampanye Pileg 2014 berlangsung mulai 11 Januari-5 April. Total 85 hari. Sementara itu, kampanye pilpres berlangsung 4 Juni-5 Juli atau 31 hari.

(byu/tyo/dan/c10/c11/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up