JawaPos Radar

Modus Baru Bandar Narkoba Libatkan Siswa SD dan SMP

12/08/2018, 12:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Modus Baru Bandar Narkoba Libatkan Siswa SD dan SMP
abid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani saat memberikan keterangan di Makassar (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kasus peredaran narkoba yang melibatkan anak di bawah umur yang terjadi di Makassar menjadi perhatian khusus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal itu menyusul tertangapkanya AR 16 tahun, yang kedapatan mengedarkan sabu. Siswa yang masih duduk dibangku kelas II SMP itu, ditangkap Polisi di Jalan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin (6/8) lalu.

Dia diringkus ketika diduga hendak menjual narkotika jenis sabu. Dihadapan Polisi, AR mengaku memperoleh sabu itu dari seorang rekannya berinisial R alias CI yang diketahui masih duduk di bangku SD kelas V. Paket sabu itu, rencananya hendak dijual seharga Rp 200 ribu dan hasilnya akan dibagi dua.

Melihat kondisi kasus itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan, para bandar besar narkoba mulai menggunakan modus baru dalam melakukan proses peredaran.

"Ini para bandar narkoba menggunakan modus baru. Anak-anak ini sengaja dimainkan. Karena anak-anak ini dilingdungi oleh Undang-Udang. Kalau pun tertangkap, mereka tidak bisa diperlakukan sebagaimana orang dewasa," ujar Dicky di Makassar, Minggu (12/8).

Para bandar kata Dicky, menyisir anak-anak khususnya yang memiliki latar belakang bahkan kondisi keluarga yang bisa jadi membuatnya tertekan. Apa lagi dengan iming-iming tertentu, anak ini menurutnya otomatis bakal terhasut.

Kondisi itulah yang kemudian dimanfaatkan para bandar untuk menjalankan modus baru ini. "Mereka inikan tidak ditahan, mereka diberikan perlindungan. Tidak diperlakukan seperti orang dewasa yang diinterogasi. Jadi itu sangat dimanfaatkan sekali dari para bandar itu," jelasnya.

Dimanfaatkannya anak dibawah umur untuk langsung berperan, baik sebagai kurir hingga level pengedar sama sekali tak akan memantik kecurigaan orang-orang terkait keterlibatan anak tersebut dalam jejaring bisnis haram itu.

"Anak-anak ini kalau mereka jual narkoba pasti orang tidak akan menyangka. Saya katakan demikian, jadi ini modus baru. Dan saya yakin, bukan hanya satu atau dua orang ini, pasti masih ada lagi anak-anak lain yang dimanfaatkan," terangnya.

Dicky menegaskan bahwa, ini adalah tugas yang betul-betul dan wajib dituntaskan untuk membongkar dalang dibalik pemanfaatan anak di bawah umur dalam jejaring narkoba.

"Yang jelas ini pasti akan kita ungkap dalangnya siapa dan menjadi perhatian yang memang mesti dituntaskan. Makanya sementara kita berkerja untuk ungkap semuanya," pungkas Dicky.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up