JawaPos Radar

Pilpres 2019

Sering Puasa, Jokowi-Ma'ruf Amin Santai Hadapi Tes Kesehatan

12/08/2018, 09:28 WIB | Editor: Ilham Safutra
Sering Puasa, Jokowi-Ma'ruf Amin Santai Hadapi Tes Kesehatan
Pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin mengikuti tes kesehatan di RSPAD Jakarta. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Salah satu ketentuan dalam tahapan tes kesehatan, pasangan calon presiden-calon wakil presiden diminta untuk berpuasa selama beberapa jam. Ketentuan itu dianggap hal yang biasa bagi capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pasalnya keduanya selama ini terbiasa berpuasa. Terlebih lagi KH Ma'ruf Amin yang sudah menjadikan rutinitasnya untuk berpuasa sunnah. Dengan demikian pasangan itu tidak melakukan persiapan khusus menghadapi tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

"Saya sama Kiai Ma'ruf Amin sudah puasa dari sejak jam 10 malam kemarin," kata Jokowi.

Sering Puasa, Jokowi-Ma'ruf Amin Santai Hadapi Tes Kesehatan
Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin saat mendaftar ke KPU sebagai capres dan cawapres. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Syarat untuk melakukan tes kesehatan ini memang telah menjadi pemeriksaan kedua kali bagi Jokowi setelah pilpres 2014 lalu. Makanya untuk tes kesehatan kali ni dia mengaku tak melakukan persiapan khusus. "Enggak tahu (ada perbedaan tes kesehatan dari pilpres 2014 lalu atau tidak), karena mungkin sudah diperiksa, mungkin enggak diperiksa," candanya.

Senada dengan Jokowi, Ma'ruf Amin juga mengaku tak ada persiapan khusus dalam tes kesehatan pagi ini. Meski memang pemeriksaan ini merupakan uji kesehatan yang pertama kali dia lakukan. "Persiapannya ikut aturannya saja, siap untuk mengikuti proses," ujarnya. Begitu dengan Ma'ruf Amin yang mengaku sudah sering menjalani puasa sunnah.

Diketahui, Jokowi-Ma'ruf kompak tiba di RSPAD secara bersama dengan satu kendaraan. Semula, Ma'ruf memang sempat menjemput mantan Wali Kota Surakarta itu terlebih dahulu di Istana Negara. Dalam rombongan itu juga terlihat Kaesang Pangarep, putra Jokowi.

Standar pemeriksaan kesehatan tes medis telah distandarisasi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Aturan itu pun sesuai dengan PKPU Nomor 22 Tahun 2018 pasal 28 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Selain itu, aturan rinci terkait pemeriksaan telah diatur pada SK KPU Nomor 1004 Tahun 2018 tentang Panduan Teknis Penilaian Kemampuan Rohani dan Jasmani Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Dalam Pemilu 2019.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up