JawaPos Radar

Pertama Kalinya, Night Race Akan Dilangsungkan di Sentul

12/08/2018, 09:13 WIB | Editor: Imam Solehudin
Night Race
Panitia penyelenggara Night Race optimis gelaran balapan malam hari di Sirkuit Sentul, bakal berlangsung sukses. (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kabar gembira bagi para pecinta otomotif. Tahun ini, ABM Enterprise bersama Sirkuit Internasional Sentul kembali memberi sentuhan apik pada perhelatan balap mobil turing terbesar di Indonesia.

Yakni Indonesian Sentul Series of Motorsports (ISSOM) 2018. CEO ABM Enterprise, Vivi Montolalu mengatakan, race seri ke-empat ini bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia, dan juga berdekatan dengan ulang tahun ke-25 Sirkuit Sentul.

"Kami akan buat sesuatu yang baru dan tetap seru tentunya,” ujar dia di Sirkuit Internasional Sentul, Jum’at (10/8).

Pihaknya yang juga mendapatkan dukungan penuh dari ABM Motorsport, Gazpoll dan ETCC, akan mengadakan seri ke-4 ISSOM pada malam hari, bertajuk 2018 ISSOM Round 4 Night Race.

“Pada race seri ke-empat ini kita akan adakan pada malam hari, ini akan sangat seru sekali, selain tentunya akan menawarkan pengalaman dan atmosfer baru baik untuk pembalap maupun penonton, pada night race nanti juga akan dimeriahkan oleh pertunjukan live DJ, dan fireworks,” papar Vivi.

Selain itu, Vivi juga mengungkapkan bahwa seluruh pertandingan dalam Night Race akan dapat disaksikan secara live streaming. “Race nanti akan dapat disaksikan secara live melalui gadget masing-masing, sehingga bagi yang tidak bisa hadir tetap dapat turut menyaksikan keseruan Night Race nanti,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Sirkuit Internasonal Sentul, Lola Moenek mengungkapkan bahwa pihaknya telah melengkapi seluruh sudut sirkuit sepanjang 3,9 km tersebut. Yakni dengan sistem penerangan baik berupa lampu maupun sticker.

“Setelah kita pasangi lampu diseluruh tempat, Sirkuit Sentul akan lebih terang dari Sirkuit Le Mans Prancis,” janji Lola.

Meskipun demikian, Lola menyebutkan bahwa meskipun telah dipasangi penerangan, namun karena Night Race ini adalah hal yang baru di dunia balap mobil resmi. Demi unsur safety, maka setiap mobil balap yang turun diwajibkan memasang dan menyalakan lampu.

“Karena saya akan mengutamakan safety. Jadi persyaratan untuk balapan malam itu, mobil yang ikut balapan malam harus menggunakan lampu," jelas dia.

Selain itu juga pembalap yang turun harus melewati beberapa tahap pemeriksaan kesehatan, seperti tekanan darah, mata, dan jantung. Pasalnya, untuk melakukan balapan malam hari, tingkat konsentrasi akan lebih dibutuhkan ketimbang balapan yang digelar siang hari.

"Hal ini didasari karena banyak blind spot yang lebih banyak. Di samping itu, kondisi mata pembalap juga ikut menentukan kelayakan seorang pembalap untuk ikut serta dalam gelaran ini.

Pihak penyelenggara menyatakan mengurangi jumlah balapan. Jika pada seri biasanya yang berlangsung siang hari akan ada 12 kelas balapan.

Maka khusus malam hari, hanya hanya ada 6 kelas yang lolos kualifikasi setelah beberapa pertimbangan.

“Kelas yang dipertandingkan adalah Indonesia Touring Championship 1600 Max, Super Touring Championship Divisi 1 dan 2, Euro Touring Car Championship 3000, Japan Super Touring Car Championship, dan Indonesia Touring Car Championship,” pungkasnya.

(mam/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up