JawaPos Radar

Digempur Mainan Modern, Imam Sapuja Bertahan Membuat Gasing Jantra

12/08/2018, 10:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gasing Jantra
Pengrajin mainan Gasing Jantra, Imam Sapuja bertahan membuat mainan tradisional Gasing Jantra. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Di tengah derasnya gempuran mainan modern, Imam Sapuja masih bertahan menjadi pengrajin mainan tradisional, Gasing Jantra. Pria berusia 50 tahun itu sudah menggeluti usahanya selama 15 tahun.

Warga asal Desa Kreyo, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon itu mengaku hanya bisa bergantung pada nasib omzet penjualan gasing buatannya yang semakin hari semakin menurun.

Gasing buatan Imam Sapuja berbeda dengan gasing pada umumnya yang berbahan plastik. Gasing Jantra buatannya masih terbuat dengan kayu triplek dengan dilukis dengan cat manual.

"Sejak 2003 saya buat gasing sendiri kemudian saya pasarkan di sekolah-sekolah. Tanpa dibantu siapa pun," ujarnya di rumahnya, Sabtu (11/8).

Usaha pembuatan Gasing Jantra miliknya pernah mengalami masa kejayaan. Permintaan yang tinggi, membuat Imam memberanikan diri memperkerjakan beberapa pegawai. Lambat laun, pegawainya pun mulai bertambah dan saat ini ia memiliki tiga orang pengrajin.

Imam mengatakan, selama sehari mampu menghasilkan sekitar dua karung lebih. Proses pembuatan Gasing Jantra jenis pegas itu memerlukan bahan pelengkap seperti rotan dan tali dari ban bekas.

Satu keping Gasing Jantra milik Imam Sapuja dijual dengan Rp 10.000 untuk ukuran kecil dan Rp12.000 berukuran sedang. Selain dipasarkan di Cirebon dan sekitarnya, gasing pegas buatannya mendapat permintaan di luar kota, seperti Jakarta dan Bandung.

"Dalam sebulan, untungnya nggak menentu. Sekarang-sekarang peminatnya nggak sebanyak di tahun-tahun pembuatan," katanya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up