JawaPos Radar

2 Minggu Sebelum Penjualan, Hewan kurban Tidak Boleh Diberi Antibiotik

12/08/2018, 08:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
2 Minggu Sebelum Penjualan, Hewan kurban Tidak Boleh Diberi Antibiotik
ILUSTRASI: DKP juga bekerja sama dengan Karantina untuk mengawasi kesehatan hewan yang datang dari luar Batam. (Ridho/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Batam telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan kesehatan dan ketersedian hewan kurban di Batam. Beberapa langkah untuk memastikan kesehatan hewan kurban diantaranya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh hewan kurban.

Selain itu, DKP Kota Batam juga melakukan sosialisasi kepada penyedia hewan kurban untuk tidak memberikan antibiotik pada dua minggu sebelum hewan tersebut dijual. Hal ini untuk memastikan bahwa hewan tersebut benar-benar sehat dan layak dikonsumsi.

Untuk pengecekan sendiri, Kepala DKP Kota Batam, Mardani menuturkan bahwa saat ini sudah lebih dari 1.000 ekor sapi dan kambing yang telah diperiksa oleh tim dari DKP Kota Batam.

Sementara kebutuhan sapi dan kambing untuk kurban pada 2018 ini, diperkirakan mencapai 2.000 ekor sapi dan 3.000 ekor kambing. Kuota tersebut diakui Mardanis sudah terpenuhi dan tinggal menyelesaikan proses pemeriksaan saja.

"Dua atau tiga hari lagi periksaan akan selesai. Jadi sapi atau kambing yang ada label dari kita itu yang sudah lolos, kalau tidak lolos maka tidak diperbolehkan dijual," kata Mardanis ketika dihubungi pada Sabtu (11/8).

Untuk memenuhi kebutuhan kurban pada 2018 ini, hewan kurban baik itu sapi maupun kambing didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia. Proses masuknya hewan-hewan ini juga tetap melalui pemeriksaan, sehingga kecil kemungkinan adanya hewan sakit yang beredar di pasaran.

DKP juga bekerja sama dengan Karantina untuk mengawasi kesehatan hewan yang datang dari luar Batam. Walaupun telah dilakukan pemeriksaan di tempat asalnya, hewan kurban tersebut tetap akan diperiksa lagi oleh karantina di Batam, kemudian dilakukan karantina sementara sebelum dipasarkan.

Lebih jauh, pada saat pemotongan nanti, pihak karantina juga akan disebar untuk kembali memeriksa hati hewan-hewan kurban yang telah disembeleh. "Hatinya diperiksa, kalau ada penyakit ya tidak boleh dimakan, kita pastikan untuk menjaga keamanan daging yang dikonsumsi," kata Mardanis lagi.

Terkait dengan banyaknya hewan kurban yang berada di pinggir jalan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, Mardanis mengungkapkan seharusnya hal tersebut tidak boleh dilakukan. Meskipun sudah dinyatakan sehat oleh pihak karantina, seharusnya hewan-hewan tersebut masih harus dikerangkeng sementara.

"Memang izinnya sudah ada, tapi tetap harus dikarantina sementara, jangan masuk langsung keluar," kata Mardanis lagi.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up