JawaPos Radar

Jokowi Gagal dengan Cak Imin, Kader PKB Cirebon Tetap 'JOIN'

11/08/2018, 23:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin
Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Meski nama cawapres yang dipinang Joko Widodo (Jokowi) bukanlah nama Muhaimin Iskandar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cirebon tetap akan menggelorakan JOIN. Akan tetapi, JOIN yang dimaksud adalah bukan Jokowi-Cak Imin, melainkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kabupaten Cirebon, Waswin Janata mengatakan, posko kemenangan JOIN di Kabupaten Cirebon akan tetap ada. Menurutnya, nama JOIN sudah melekat di hati kader dan simpatisan PKB di Kabupaten Cirebon.

Meski nama JOIN tidak disematkan kepada nama Cak Imin, akan tetapi karena loyalitas Sang Panglima Santri kepada Pak Jokowi, maka di Kabupaten Cirebon tetap menggunakan nama JOIN untuk posko pemenangannya.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kabupaten Cirebon, Waswin Janata
Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kabupaten Cirebon, Waswin Janata (Wildan Ibnu Walid)

"Kami tetap pakai nama JOIN. Karena JOIN bisa merujuk ke Jokowi-Ma'ruf Amin," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (11/8).

Waswin mengungkapkan, kader PKB Kabupaten Cirebon tidak menyoalkan nama Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi ketua umum partainya. Mengingat, Rais 'Am PBNU tersebut merupakan tokoh sentral bagi kalangan Nahdliyin.

Apalagi, kata Waswin, KH. Ma'ruf Amin merupakan salah satu tokoh pendiri PKB pada awal reformasi, serta menjadi Dewan Syuro PKB. Dia mengatakan, negosiasi PKB kepada tim partai koalisi dan Jokowi untuk menunjuk nama Ketua MUI sebagai pendampingnya di kontestasi Pilpres 2019 mendatang, adalah langkah tepat.

Menurutnya, dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi tidak terlepas dari upaya lobi Cak Imin kepada Jokowi, agar bisa menjawab tantangan umat yang merindukan sosok ulama sebagai pemimpin negara.

Di menit terakhir penunjukan cawapres, lanjut Waswin, dirinya mendapat informasi bahwa nama Mahfud MD sudah hampir dipastikan akan menemani Jokowi di Pilpres mendatang. Akan tetapi, karena komunikasi politik partai koalisi masih belum selesai, maka selesai saat PKB menyodorkan nama Ma'ruf Amin.

"Mahfud MD pun kader terbaik PKB, akan tetapi untuk kebutuhan umat dan bisa diterima, nama Kiai Ma'ruf Amin lebih bisa diterima oleh partai koalisi," paparnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up