JawaPos Radar

Jumlah Bacaleg DPRD Jateng Menyusut

11/08/2018, 22:20 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pendaftaran Caleg 2018
ILUSTRASI: Komisi Pemilihan Umum (KPU) melangsungkan pengecekan keaslian ijazah milik para bakal calon legislatif (bacaleg) yang maju di bursa Pileg 2019. (Yesika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jumlah bakal calon legislatif (bacaleg) yang maju di bursa Pemilihan Legislatif (Pileg) Jawa Tengah 2019 dipastikan menyusut. Hal itu didapati usai proses verifikasi pada tahap perbaikan dokumen syarat calon oleu Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan, pasca-dilakukannya pengecekan dokumen perbaikan kelengkapan oleh pihaknya, jumlah bacaleg tak lagi berjumlah 1.374 atau tidak sama seperti masa pendaftaran awal dulu.

"Kalau jumlah pastinya, masih kami cek. Yang jelas, ada contohnya tadi PKPI dulu daftar dua, ada yang TMS (Tidak Memenuhi Syarat) jadi satu. Hanura dari 39 orang jadi 36. Yang belum memenuhi syarat yang tidak mengajukan perbaikan juga ada," kata Joko di kantornya, Semarang, Sabtu (11/8).

Sementara pihaknya sendiri mengategorikan mereka-mereka yang tak lolos proses verifikasi tahap dua ini dalam tiga kelompok. Yang pertama, belum memenuhi syarat (BMS) dan tak mengajukan perbaikan seperti yang ia sebutkan tadi. Kemudian bacaleg di bawah umur dan mantan narapidana kasus korupsi.

"Hanura dan Gerindra masing-masing ada satu mantan koruptor. Gerindra diganti. Sementara di bawah umur (sebelum tanggal 21 September belum 21 tahun) ada dari PDIP dan Hanura. Diganti semua," sambungnya.

Dikatakan Joko, proses verifikasi lain-lain macam pengecekan ijazah yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan, menyambangi sekolah dan perguruan tinggi para bacaleg, sudah rampung. Menurutnya, tak ada masalah di sini, alias semua dokumen asli.

Joko pun mengklaim telah mendapatkan persetujuan dari masing-masing parpol tempat para bacaleg tersebut bernaung agar bisa melanjutkan ke tahapan pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS). Yang rencananya akan diumumkan via media cetak, elektronik, dan web resmi KPU.

"Ditetapkan malam ini, besok (Minggu, 12 Januari 2018) akan kita umumkan hingga tiga hari ke depan untuk kemudian masyarakat bisa memberi masukan melalui prosedur yang ada. Batasnya sampai 21 Agustus," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up