JawaPos Radar

2021 Penetapan Hisab Berpotensi Berbeda

Begini Langkah Kemenag untuk Menyatukan Hari Raya Umat Islam

11/08/2018, 22:05 WIB | Editor: Kuswandi
Muhammad Amin
Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, saat memimpin sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta, Sabtu (11/8) (Sabik/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, di Indonesia untuk penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri, maupun 10 Zulhijah atau hari raya Idul Adha hampir dilaksanakan bersamaan alias tidak ada perbedaan dari berbagai perhitungan ormas Islam. Namun situasi itu disebut terancam berubah pada 2021 sebab posisi bulan akan lebih rendah.

Adanya posisi hilal yang rendah tentu akan membuat penglihatan hilal terhambat. Ditambah lagi sistem hisab yang dimiliki oleh setiap ormas Islam berbeda-beda. Seperti Persatuan Islam (Persis) yang menetapkan hari raya jika posisi hilal di atas 4 derajat dari ufuk. Sementara itu pemerintah hanya menerapkan standar 2 derajat di atas ufuk. Dengan demikian, perbedaan inilah yang bisa membuat penetapan hari raya tidak serentak.

Direktur Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammadiyah Amin membenarkan jika pada 2021 bisa terjadi perbedaan hisab. Namun pemerintah menjamin akan segera menyelesaikan permasalahan ini dengan penyatuan kalender global. Sehingga perayaan hari raya semua ormas Islam di Indonesia berlangsung bersamaan.

Hari Raya
Ilustrasi Hari Raya Idul Fitri (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

"Jadi segi perhitungan hisab aman sampai 2020, berpotensi berbeda di 2021, Menag sangat komitmen dalam penyatuan kalender global," ujar Amin di Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8).

Komitmen pemerintah sendiri tercermin dari terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah gelaran fiqih falaq pada 2017. Dalam ajang itu, seluruh ulama dari penjuru dunia membahas terkait penyamaan kalender global dan sebagainya.

"(Komitmen pemerintah) terbukti pada 2017 lalu Indonesia menjadi tuan rumah fiqih falaq, dari hasil seminar itu diharapkan menjadi penyamaan kita termasuk kriteria, posisi, dan otoritas," sambung Amin.

Oleh sebab itu Amin berharap, permasalahan perbedaan hisab yang mungkin terjadi di 2021 dapat segera diselesaikan. Dengan demikian kebersamaan perayaan hari raya Islam dapat tetap terjaga.

"Mudah-mudahan sebelum 2021 sudah ada titik terang penyatuan kalender global," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up